Cacing Anisakis Sp : Pengertian, Klasifikasi, Morfologi, Siklus Hidup dan Bahayanya Bagi Manusia

5 (100%) 1 vote[s]

Cacing Anisakis Sp : Pengertian, Klasifikasi, Morfologi, Siklus Hidup dan Bahayanya Bagi Manusia

Cacing anisakis Sp – Akhir akhir ini cacing ini mendadak popular dan paling sering diperbincangkan netizen. Sebetulnya, cacing anisakis sp seperti apa ya? Nah, berikut kami jelaskan lebih detailnya mengenai cacing aniksakis sp.

Cacing Anisakis Sp

Klasifikasi cacing anisakis sp

Menurut Anderson (2000), klasfikasinya sebagai berikut :

• Kingdom = Animalia
• Phylum : nematode
• Class : secernentea
• Order : ascaridida
• Super family : ascaridoridea
• Family : anisakidae
• Sub family : anisakinae
• Genus : anisakis
• Spesies : anisakis sp

Struktur tubuh parasite dari anisakis sp ini, terdiri dari :
• Bagian kepala => gigi larva (lt), pori/ lubang pengeluaran (ep), saluran pengeluaran (ed), bibir (lb).
• Bagian alat pencernaan makanan => esophagus (e), ventriculus (vc), intestinus (int).
• Bagian ekor => anus (a), kelenjar dubur (g) dan mucron (m).

Morfologi Anisakis Sp

Berdasarkan pendapat dari awik et al. (2007), bahwa morfologi cacing anisakis sp memiliki warna putih yang panjangnya 10-29 mm, anisakis memiliki bibir venterolateral yang fungsinya menyerap bahan organic dari dinding usus. Untuk anterior anisakis spa da boring tooth fungsinya melubangi ususu halus supaya tak lepas waktu intestinum berkontraksi mencerna makanan.

Sikus Hidup Cacing Anisakis Sp

Anisakis sp kadang menggunakan mamalia laut/ burung yang makan ikan menjadi inang definitive berinvetrebata air serta ikan menjadi perantara maupun paratenik host. Anisakis sps dewasa dijumpai khususnya pada saluran pencernaan catacea (pesut, paus dan lumba-lumba) serta pseudoterranova sp dewasa di pinnipeds, walaupun perkiraan sebagain besar dari spesies inang derifintif masih tak lengkap ditemui.

Baca Juga :  7 Contoh Simbiosis Kompetisi Pada Hewan Terlengkap

Perbedaan kisaran inang diantara spesies sudah dijumpai. Seperti, anisakis sps serta pseudoterranova sp. Yang sering mengalami pada ikan bentik/ demersal, sedangkan pegreffi dijumpai lebih sering dalam ikan pelagis. Perbedaan – perbedaan tersebut terlihat lebih berhubungan distribusi geografis serta kadang makan inang dibandingkan preferensi perilaku inang maupun fisiologisnya parasite.

Siklus hidup parasite tersebut di alam mencakup transmisi larva dari satu predator menuju predator lainnya, yakni dari crustacean yang termakan cumi, gurita maupun ikan kemudian dimakan mamalia laut sementara manusia menjadi hospes incidental maupun terjangkit akibat kesalahan dari pola makan.

Desrina serta kusumastuti berpendapat bahwa saluran pencernaan ikan adalah organ yang sangat banyak diserang cacing anisakis sp. Di dalam kasus infeksi berat anisakis sp dengan menyerang jaringan organ hati ikan cod, akan dilaporkan bahwa hati ikan ini mengecil serta kehilangan fungsi sementara infeksi dalam otot mungkin kecil pengaruhnya jadi diduga infeksi berbahaya merupakan infeksi sekunder yang muncul sebab adanya penyakit yang dikarenakan oleh mikroorganisme.

Siklus hidup parasite dari anisakis sp digambarkan oleh kagei (1969) berikut ini :
Sesudah dolpin atau lumba lumba serta hewan yang lain terutama inang khusus parasite anisakit sp sudah mengeluarkan feses dengan mengandung telur parasite menuju laut berikutnya telur menetas hadi larva stadia. L. lalu larva stadia l ini dimakan krustasea kecil yang termasuk inang dari perantara pertama misalnya thysanoessa atau euphasia dan jadi larva dri parasitstadia ii serta stadia III. Akan tetapi, sekarang ini sudah diketahui bahwa parasite yang sudah menetas dari telur telah masuk stadia larva III yang lalu akan menginfeksi krustasea kecil.

Krustasea inilah yang kemudian dimakan ikan menjadi inang perantara kedua serta larva dari parasite berubah jadi larva stadia III maupun IV dalam ikan. Bila kemudian ikan ini telah dimakan lumba lumba, maka parasite akan berkembang jadi dewasa dalam lumba – lumba serta siklus jadi lengkap.

Baca Juga :  5 Fungsi Membran Sel Pada Hewan, Struktur dan Sifatnya Terlengkap

Bahayanya Bagi Manusia

Manusia bisa menjadi fungsi inang insidensial, bila memakan ikan secara mentah yang sudah terinfeksi larva parasite tersebut akan menginfeksi manusian sehingga menyebabkan penyakit anisakiasis.
Penyakit yang disebabkan dari anisakis spp ini dengan nama aniskiasisi ialah tergolong salah satu jenis penyakit zoonosis dengan menginfeksi manusa sesudah mengonsumsi makanan mentah dari ikan maupun organisma perairan yang lain dengan terinfeksi larva dari parasite ini.

Penyakit anisakiasis ini sudah dilaporkan dari sejumlah Negara khususnya yang mempunyai kebiasaan mengonsumsi makanan mentah misalnya sepertti di jepang, korea dan sejumlah Negara yang ada di eripa. Laporan tersebut mengenai adanya anisakiasis pertama yang dilaporkan dari belanda terhadap pasien dengan menderita gangguan di bagian pencernaannya serta dari hasil diagnosis ini sudah menunjukkan bahwa pasien ini sudah terinfeksi oleh parasite anisakis simplex dan sesudah it maka kalian perhatikan dari parasite tersebut bila sudah semakin besar.

Dalam kebanyakan kasus, identifikasi larva anisakis masih paling sulit dijalankan dengan morfologi sebab terbatasnya ciri khas taksonomi yang dipunya larva parasite tersebut. Identifikasi dengan akurat pada anisakis dalam setiap stadia siklus hidupnya adalah hal yang paling penting guna bisa melakukan diagnose dengan tepat dan cepat serta termasuk salah satu dari hal penting saat terjadi surveillance serta monitoring dan pengendalian penyakit anisakiasis.

Nah, itu tadi mengenai pembahasan Cacing anisakis Sp : klasifikasi, morfologi, siklus hidup dan bahayanya bagi manusia. Anisakis ini merupakan parasite umum organisme laut yang ada di seluruh dunia. Bila sudah dewasa ia bisa dijumpai dalam perut mamalia laut, dan hidupnya ini mengelompok. Bila manusia memakan ikan mentah yang sudah terinfeksi larva parasite ini maka akan menyebabkan penyakit anisakiasis. Semoga informasi ini bermanfaat bagi kalian ya sobat. Terima kasih.

Baca Juga :  10 Alat dan Sistem Pernapasan Pada Hewan Beserta Penjelasannya Lengkap

Baca juga: