Beta karoten : Pengertian, Manfaat, Efek Samping dan Keamanan Penggunaanya

5 (100%) 1 vote

Pengertian Beta karoten, Manfaat, Efek Samping dan Keamanan Penggunaanya

Beta karoten ialah salah satu jenis senyawa hidrokarbon karotenoid dan tergolong senyawa golongan tetraterpenoid (Winarsi, 2007). Adanya sebuah ikatan ganda menyebabkan beta karoten ini peka terhadap oksidasi. Oksidasi beta karoten menjadi lebih cepat dari adanya sinar, serta katalis logam. Oksidasi akan terjadi beracak pada rantai karbon yang terkandung ikatan rangkap.

Pengertian Beta Karoten

Beta karoten adalah penangkap oksigen dan menjadi antioksidan yang potensial, namun beta karoten efektif menjadi pengikat radikal bebas jika hanya tersedia oksigen 2–20 %. Dalam tekanan oksigen tinggi kisaran diatasnya fisiologis, karoten bisa bersifat pro-oksidan (Burton, 1989). Beta karoten terkandung ikatan rangkap terkonjugasi dengan memberikan karakter pro-oksidan, dampaknya akan sangat mudah diserang melewati penambahan radikal peroksil.

Secara kimia karoten ialah terpena, disintesis dengan biokimia oleh delapan satuan isoprena. Karoten ada di dalam bentuk α-karoten, γ-karoten, β-karoten, dan ε-karoten. Beta karoten terdiri atas dua grup retinil, dan dipecah ke dalam mukosa dari usus kecil β-karoten dioksigenase sehingga menjadi retinol, sebuah bentuk asal vitamin A.

Karoten bisa disimpan dalam hati serta diubah jadi vitamin A menyesuaikan kebutuhan. Beberapa pigmen golongan karoten paling penting ditinjau dari kebutuhan gizi, baik manusia maupun hewan. Hal ini disebabkan pengubahan jadi vitamin A. Diantara sejumlah kelompok provitamin A yang ditemui di alam, yang dikenal jauh lebih baik ialah α-karoten, γ-karoten, β-karoten, dan kriptosantin (Muchtadi, 1989).

Baca Juga :  Virus Chikungunya : Pengertian, Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatan, Pencegahan, dan Komplikasi Terlengkap

Manfaat Beta Karoten

Beta karoten banyak dijumpai pada sayuran dan juga buah-buahan yang warnanya kuning jingga, misalnya seperti ubi jalar, labu kuning serta mangga ataupun pada sayuran yang warnanya hijau seperti bayam, dan kangkung, (Astawan & Andreas, 2008).

Penelitian Kandlakunta, et all. (2008), menyatakan bahwa kandungan dari beta karoten pada labu kuning besarnya adalah 1,18 mg/100 g.

Beta karoten adalah senyawa organik yang dijumpai dalam banyak buah-buahan serta sayuran. Merupakan sumber yang terbaik dari salah satu vitamin terpenting, yaitu vitamin A. Vitamin A dibutuhkan untuk meningkatkan kesehatan dari penglihatan dan kulit. Walaupun terdapat senyawa lain yang jadi sumber vitamin A, maka beta karoten merupakan sumber paling utama.

Beta karoten mempunyai beberapa manfaat, yakni

  • Sebagai prekursor vitamin A. Penelitian asal National Cancer Institute dalam Astawan & Andreas (2008), menunjukkan bahwa selain baik bagi mata, makanan yang kaya, beta karoten juga baik guna pencegahan penyakit kanker. Beta karoten mempunyai kemampuan sebagai antioksidan yang bisa berperan penting dalam menstabilkan sebuah radikal berinti karbon, sehingga bisa bermanfaat untuk mengurangi sebuah risiko terjadinya kanker.
  • Kandungan beta karoten di dalam bahan pangan alami juga bisa mengurangi risiko terjadinya stroke. Hal inilah disebabkan oleh aktivitas dari beta karoten yang bisa mencegah terjadinya plak ataupun timbunan kolesterol dalam pembuluh darah.
  • Beta karoten juga memiliki efek analgetik ataupun anti nyeri dan anti-inflamasi atau anti peradangan. Astawan & Andreas (2008) mengatakan bahwa mengkonsumsi beta karoten dengan sebanyak 3.071,93 IU perkilogram berat badan bisa memberikan efek analgetik serta anti-inflamasi terhadap tubuh.

Berbagai penelitian juga sudah membuktikan bahwa beta karoten ini bisa diandalkan untuk menangani:

  • Cystic fibrosis
  • Diare
  • Penyakit jangka panjang
  • Penyakit liver
  • Penyakit pankreas
  • Gangguan malabsorpsi
  • Asma akibat aktivitas
  • Osteoarthritis
  • Kulit terbakar matahari
  • Displasia serviks
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)
Baca Juga :  10 Perbedaan Pencernaan Kimiawi dan Mekanis pada Manusia

Fungsi lainnya dari suplemen beta karoten ialah untuk memenuhi kebutuhan pada nutrisi wanita saat hamil, sehingga hal ini akan menurunkan risiko komplikasi pada kehamilan serta diare dan juga demam pasca melahirkan

Efek Samping Penggunaan Beta Karoten

Efek samping utama dengan mengonsumsi suplemen beta karoten ini adalah memiliki warna kulit yang kuning-jingga.

Selain itu, mengonsumsi suplemen dari beta karoten juga bisa menyebabkan:

  • Sendawa
  • Sembelit (susah buang air besar/ BAB)
  • Diare
  • Pusing dan sakit kepala
  • Risiko adanya penyakit jantung koroner
  • Risiko kanker ginjal, kanker prostat, kanker paru-paru, dan kanker perut
  • Nyeri sendi
  • Gangguan paru-paru
  • Nyeri otot
  • Gangguan perut dan usus
  • Gangguan penglihatan
  • Kolesterol meningkat

Ada kekhawatiran yang berkembang, bahwa di dalam mengonsumsi suplemen antioksidan dengan dosis tinggi misalnya seperti beta karoten kemungkinan membawa lebih banyak bahaya dibanding manfaatnya.

Sejumlah penelitian menunjukan bahwa dalam mengonsumsi suplemen beta karoten yang dosisnya tinggi dapat meningkatkan sebuah risiko kematian dari berbagai penyebab, lalu meningkatkan risiko penyakit kanker tertentu, dan kemungkinan efek sampingnya yang serius.

Selain itu, ada juga kekhawatiran bahwa dalam mengonsumsi multivitamin dengan jumlah banyak ditambah lagi suplemen beta karoten yang secara terpisah akan meningkatkan risiko tumbuhnya sebuah kanker prostat parah pria.
Namun, jangan cemas dulu, untuk mengetahui berapa dosis yang tepat bagi kalian, sebaiknya konsultasikan langsung hal ini pada dokter.

Keamanan Penggunaan Beta Karoten

Beta karoten ini cenderung aman saat dikonsumsi melewati mulut pada jumlah yang cocok. Tetapi, suplemen beta karoten menggunakan dosis besar tidak direkomendasikan guna penggunaan selama masa kehamilan dan masa menyusui.

Pada perokok, beta-karoten dapat meningkatkan risiko kanker di usus besar, paru-paru, serta prostat. Jangan mengonsumsi suplemen dari beta karoten jika kamu merokok.
Untuk orang yang terpapar asbes, suplemen beta-karoten bisa meningkatkan risiko kanker. Maka dari itu jangan mengonsumsi saat kondisi tersebut.

Baca Juga :  Mikroskop : Pengertian, Cara Menggunakan, Bagian Bagian, Fungsi, dan Cara Merawatnya Terlengkap

Nah, seperti itulah penjelasan mengenai beta karoten. Hindari hanya mengonsumsi suplemen beta karoten maupun mengonsumsi secara bersamaan vitaman antioksidan, tepat sebelum dan sesudah angioplasti (operasi guna arteri tersumbat).

Baca juga:

/* */