Bakteri : Pengertian, Sejarah Penemuan, Macam-Macam dan Strukturnya Terlengkap

5 (100%) 1 vote[s]

Pengertian Bakteri, Sejarah Penemuan, Macam-Macam dan Strukturnya

Bakteri – banyak diantara kalian yang belum bisa membedakan bakteri dengan virus, saat sedang terjangkit penyakit. Pada dasarnya gejala yang ditimbulkan memang sama saat tubuh terinfeksi bakteri ataupun virus. Misalnya seperti, waktu musim hujan banyak masyarakat yang merasa pusing, batuk, demam dan disertai bersin serta hidung yang berair. Padahal gejala yang dialami tersebut dapat disebabkan oleh virus penyebab flu dan bakteri penyebab sinusitis.

Nah, sebelum membedakan sifat dan jenis virus, ada baiknya kamu mengenal karakteristik bakteri melalui artikel di bawah ini.

A. Pengertian Bakteri

Bakteri dari kata Latin bacterium; jamak: bacteria ialah sekelompok organisme yang tidak mempunyai membran inti sel. Organisme ini tergolong ke dalam domain prokariota dengan ukuran sangat kecil (mikroskopik), serta mempunyai peran besar dalam kehidupan di bumi. Sejumlah kelompok bakteri disebut sebagai agen penyebab infeksi dan penyakit, sementara kelompok lain dapat memberikan manfaat dibidang pangan, pengobatan, serta industri. Struktur sel bakteri tersebut relatif sederhana: tanpa nukleus/ inti sel, kerangka sel, serta organel-organel lain misalnya mitokondria dan kloroplas. Secara kompleks hal ini yang menjadikan dasar perbedaan antara sel prokariot dengan sel eukariot.

Bakteri bisa ditemukan hampir di semua tempat: di tanah, air, udara, lalu dalam simbiosis dengan organisme lain ataupun menjadi agen parasit (patogen), bahkan di dalam tubuh manusia. Secara umum, bakteri ukurannya 0,5-5 μm, namun ada bakteri tertentu yang bisa berdiameter sampai 700 μm, yakni Thiomargarita. Umumnya mereka memiliki dinding sel, seperti sel tumbuhan dan juga jamur, namun dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan). Sejumlah jenis bakteri sifatnya motil (mampu bergerak) dan mobilitasnya tersebut disebabkan oleh flagel.

Baca Juga :  Klasifikasi Bakteri Menurut Bentuk, Pewarna Gram, Suhu dan Oksigen Paling Lengkap

B. Sejarah Penemuan Bakteri

Bakteri merupakan sebuah organisme mikroskopik, yang menyebabkan organisme ini sangat sulit untuk dideteksi, terutama ketika sebelum penemuan mikroskop. Barulah sesudah abad ke-19 ilmu mengenai mikroorganisme, terutama bakteri (bakteriologi) ini mulai berkembang. Seiringnya perkembangan ilmu pengetahuan, berbagai hal mengenai bakteri telah berhasil ditelusuri. Namun, perkembangan tersebut tidak lepas dari peranan dari berbagai tokoh penting seperti Robert Hooke, Antony van Leeuwenhoek, Ferdinand Cohn, dan juga Robert Koch.

Kemudian, Istilah dari bacterium diperkenalkan oleh Ehrenberg sejak tahun 1828, diambil dari sebuah kata Yunani βακτηριον (bakterion) yang berarti “batang-batang kecil”. Pengetahuan mengenai bakteri berkembang sesudah serangkaian percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur, dengan melahirkan cabang ilmu mikrobiologi. Bakteriologi ialah cabang mikrobiologi yang mempelajari dari biologi bakteri.

C. Macam Macam Bakteri

Di dunia, ada banyak macam bakteri. Namun pada dasarnya, bakteri dibagi menjadi 3 macam bentuk, yakni bentuk bacilli (batang), bentuk spirilla (spiral), dan bentuk cocci (bola). Nah, ketiga bentuk dasar tersebut, menciptakan triliunan bentuk bakteri lain yang mengisi dunia ini. Bentuk turunan tersebut bisa dikenali seperti di bawah ini :

1. Bacilli

a. Monobacillus (bentuk batangnya tunggal)
b. Stretobacillus (bentuk batangnya berkoloni seperti rantai)

2. Spirilla

a. Spirillum (melengkung melebihi setengah lingkaran)
b. Spirochaeta (melengkung spiral seperti pada per)
c. Comma (melengkung setengah lingkaran)

3. Cocci

a. Monococcus (bentuknya bola tunggal)
b. Diplococcus (bentuknya bola berkoloni dua)
c. Streptococcus (bentuknya bola berkoloni dengan membentuk rantai)
d. Staphylococcus (bentuknya bola berkoloni dengan membentuk anggur)
e. Sarcina (bentuknya bola berkoloni dengan membentuk kubus)

D. Struktur Bakteri

Walaupun bakteri cuma memiliki sel tunggal, organisme tersebut terbentuk dari struktur yang memang terbilang kompleks. Secara umum, semua bakteri tersusun dari struktur berikut ini :

  1. Kapsul, merupakan lapisan paling luar pada sebuah bakteri
  2. Dinding sel, merupakan sebuah lapisan berbahan polimer yang memberikan bentuk kepada bakteri
  3. Membran plasma, ditemukan dari cell wall yang fungsinya menghasilkan energi dan menghantarkan sebuah senyawa kimia pada bakteri
  4. Sitoplasma, ialah lapisan kenyal pada membran plasma yang terkandung material genetic
  5. DNA, merupakan agen pembawa struktur genetic pada setiap makhluk hidup
  6. Ribosom, adalah tempat membuat protein yang mengandung banyak RNA
  7. Flagellum, fungsinya agar bakteri bisa bergerak dan berpindah tempat
  8. Pili, bagian ini mempunyai tekstur rambut yang fungsinya agar bakteri bisa hinggap ke sel-sel lainnya. Nah bagian ini yang dapat membuat bakteri jahat saling tertular di antara manusia serta makhluk hidup lainnya.
Baca Juga :  Bakteri Gram Positif Dan Negatif: Perbedaan, Macam, Ciri, Dan Contohnya

Apa kalian pernah membayangkan berapa jumlah dari bakteri yang terdapat di dunia ini? Sebagai perbandingannya adalah 1 gram tanah bisa mengandung 40 juta sel bakteri serta 1 mililiter air segar bisa mengandung 1 juta sel bakteri. Maka dari itu, perkiraannya adalah bahwa terdapat 5 nonillion bakteri yang ada di dunia.

Tahukan kamu seberapa banyak itu? 1 nonillion diikuti dengan 30 angka nol di belakang angka. Banyak sekali, bukan? Realitanya, dari jumlah sebanyak itu, tidak lebih dengan 1% dari keseluruhannya yang terbukti akan membawa penyakit kepada manusia. Selain itu, bakteri diketahui pula sudah ada sejak 4 miliar tahun yang lalu melewati bukti-bukti fosil yang telah ditemukan oleh arkeolog.

Walaupun bentuknya yang super kecil, karakteristik bakteri tidak sesimpel yang kita bayangkan. Bakteri dapat hidup secara independen ataupun menjadi parasit dengan hinggap dan mengambil manfaat dari indungnya. Maka dari itu, penting bagi kita untuk membedakan karkateristik antara bakteri dengan virus, sehingga penanganan yang tepat bisa diterapkan bila tubuh mengindikasikan sedang terinfeksi organisme yang berbahaya.

Baca juga:

/* */