Bahaya Hemofilia : Pengertian, Penyebab, Gejala, dan Pencegahannya Terlengkap

5 (100%) 1 vote

Penyebab Bahaya Hemofilia,Pengertian, Gejala dan Pencegahannya

Bahaya Hemofilia (Penyebab, Gejala, dan Pencegahannya) – Hemofilia merupakan kelainan genetik pada darah yang disebabkan ketidakmampuan tubuh dalam menghentikan pendarahan atau dengan kata lain tubuh tidak dapat mengalami proses pembekuan darah ketika luka. Bagi orang awam istilah ini kurang dipahami, karena penyakit ini tidak banyak dialami.

Namun, penyakit kelainan genetik darah ini dapat dialami oleh semua manusia, mulai usia masih bayi atau sampai usia tua. Namun, untuk mengetahui ada tidaknya kelainan genetik darah ini sudah dapat dilihat dari prediksi pada janin yang masih berada di dalam kandungan, bahwa kelak akan lahir dengan membawa hemofilia atau tidak.

Dikarenakan saat ini peralatan medis sudah banyak yang dimodifikasi dan modern, maka untuk mengetahui kelainan genetik darah pada janin yang masih berada dalam kandungan dapat dilakukan dengan menggunakan pemeriksaan Screening Test. Screening test merupakan cara atau strategi untuk mengidentifikasi kemunginan adanya penyakit yang belum melalui diagnosis tanpa tanda atau gejala pada individu.

Orang yang mempunyai penyakit genetik hemofilia ketika mempunyai luka maka pendarahan yang terjadi akan cukup lama karena kurangnya faktor pembekuan darah. Dalam keadaan yang normal, protein dalam darah yang menjadi faktor pembeku darah akan membentuk jaring penahan disekitar sel darah yang pada akhirnya dapat membekukan darah dan menghentikan pendarahan. Namun, jika pada penderita hemofilia, kurangnya protein ini akan mengakibatkan pendarahan berkepanjangan. Dalam artikel ini kami akan membahas dan menjelaskan lebih lanjut mengenai Bahaya Hemofilia (Penyebab, Gejala, dan Pencegahannya).

Baca Juga :  12 Manfaat Biologi di Bidang Industri Makanan dan Contohnya Lengkap

Penyebab Hemofilia

Hemofilia dapat disebabkan oleh dua faktor sebagai berikut:

1. Kekurangan zat pembeku darah

Orang yang tubuhnya banyak kekurangan zat besi, vitamin B dan vitamin K yang pada akhirnya dapat mengakibatkan tubuhnya sulit untuk melakukan pembekuan darah terhadap luka atau luka tidak dapat segera mengering.

2. Faktor genetika

Faktor yang kedua penyebab dari hemofilia yaitu karena faktor genetik. Yang mana seseorang akan mempunyai penyakit hemofilia apabila salah satu dari orang tuanya menderita penyakit ini, khususnya pada pihak laki-laki. Akan tetapi, meskipun penyakit hemofilia merupakan penyakit genetik namun hanya beberapa orang yang mengalaminya.

Gejala Hemofilia

Selain terdapat penyebabnya hemofilia juga mempunyai beberapa gejala yang perlu kita ketahui, yaitu:

1. Pendarahan diarea sekitar sendi
2. Kesemutan dan nyeri ringan pada lutut, pergelangan kaki, serta siku.
3. Proses penyembuhan pada luka akan memakan waktu yang lama serta luka sulit untuk kering.
4. Mudahnya kulit mengalami cedera serta berdarah, misalnya pendarahan yang dapat muncul dari hidung.
5. Timbulnya bengkak pad seluruh tubuh dan membuat tubuh berkesan tidak nyaman serta munculnya rasa nyeri.

Bahayanya Hemofilia Bagi Anggota Tubuh Manusia

Di bawah ini beberapa bahaya penyakit hemofolia yang berdampak pada anggota tubuh manusia:

1. Terjadinya Pembengkakan

Disekitar persendian lutut, persendian pada lengan dan siku akan mengalami pembengkakan. Selain itu pembengkakan ini dibarengi dengan pendarahan yang terjadi di dalam kulit yang menimbulkan rasa sakit.

2. Gangguan pendarahan dibawah dan di permukaan kulit

Gangguan pendarahan mudah terjadi padaham sebelumnya tidak terjadi benturan maupun kecelakaan yang berat.

3. Pendarahan pada jaringan otak

Apabila mengalami pendarahan pada jaringan otak maka harus segera mendapatkan pertolongan medis, karena hal ini dapat membahayakan jiwa si penderita.

Baca Juga :  Jaringan Ikat pada Manusia : Pengertian, Fungsi, dan Macam Macamnya Lengkap

4. Pendarahan yang tidak dapat berhenti pada saluran pencernaan

Apabila tubuh sedang mengalami kekurangan protein darah dalam tubuhnya, maka ketika mendapakan luka, pendarahan tersebut akan terus mengalir dan sulit berhenti.

5. Luka sulit untuk kering

Luka yang kecil akan sulit untuk kering membutuhkan proses penyembuhan yang panjang sehingga harus ditangani oleh dokter agar lukanya tidak dimasuki bakteri dan tidak infeksi.

6. Melebarnya wilayah yang mengalami memar serta lebam

Apabila sudah terdapat luka yang memar dan lebab akan lama sembuhnya serta akan semakin lebar.

7. Menurunnya imunitas pada tubuh

Apabila tubuh sudah tidak mampu mempercepat pengeringan luka maka imunitas tubuh akan terus menurun dan akan mengalami lemas, kelelahan dan dehidrasi.

Seseorang yang menderita kelainan genetik darah atau hemofilia sebenarnya dapat hidup seperti halnya orang-orang pada umumnya. Akan tetapi harus berhati-hati agar tidak terjadi benturan serta timbul luka yang akan sulit untuk membeku. Maka dari itu bagi penderita harus melindungi tubuhnya dengan pakaian yang dilapisi dengan jaket atau dengan menggunakan tipi pelindung jika ingi beraktifitas atau berangkat kerja. Selain itu dengan banyak mengkonsumsi asupan vitamin K juga menjadi pertimbangan yang arus dilakukan oleh penderita hemofilia.

Meskipun hemofilia bukan penyakit yang disabkan karena seseorang tidak memiliki standar kesehatan, namun lebih kepada faktor genetik hanya saja jika mengkonsumsi makanan yang memiliki kandungan vitamin K secara teratur dapat sedikit membantu mempercepat proses pembekuan darah jika luka. Namun, tingkat kecepatan dalam pengeringan luka pada penderita hemofilia tidak tidak secepat dari orang yang tidak memiliki penyakit hemofilia.

Makanan yang memiliki kandungan vitamin K tinggi yaitu daun bayam merah, brokoli, kacang polong, buah avokad, buah blueberry serta jenis ikan-ikanan yang banyak mengandung omega 3 dengan asupan vitamin K di dalamnya.

Baca Juga :  Laring : Pengertian, Jenis, Fungsi, Anatomi, dan Gangguan Terlengkapnya

Itulah beberapa penjelasan tentang Bahaya Hemofilia (Penyebab, Gejala, dan Pencegahannya). Hemofilia merupakan kelainan genetik pada darah yang disebabkan ketidakmampuan tubuh dalam menghentikan pendarahan serta banyak dialami oleh laki-laki. Semoga artikel in bermanfaat dan dapat menambah wawasan.

Baca juga:

/* */