Asam Jawa : Klasifikasi, Deskripsi dan Manfaatnya Bagi Kesehatan Terlengkap

5 (100%) 1 vote[s]

Klasifikasi Asam Jawa, Deskripsi dan Manfaatnya Bagi Kesehatan

Asam jawa (klasifikasi, deskripsi dan manfaatnya bagi kesehatan) – kesehatan sangat penting bagi tubuh kita. Apabila tubuh kita sehat, maka kita dapat melakukan berbagai macam kegiatan. Namun, kesehatan tidak lepas dari makanan yang dapat mempengaruhi kesehatan tersebut, salah satunya adalah asam jawa. Asam jawa ini banyak sekali manfaatnya bagi kesehatan tubuh. nah, artikel ini akan mengupas secara detail mengenai Asam jawa (klasifikasi, deskripsi dan manfaatnya bagi kesehatan).

Klasifikasi Tumbuhan Asam Jawa

1. Sinonim => Tamarindus officinalis Hook. dan T. occidentalis Gaertn.
2. Klasifikasi Divisi => Spermatophyta
3. Sub divisi => Angiospermae
4. Kelas => Dicotyledoneae
5. Bangsa => Fabales
6. Suku => Caesalpiniaceae
7. Marga => Tamarindus
8. Jenis => Tamarindus indica L.
9. Nama umum => Asam jawa
10. Nama daerah => Acam lagi (Gayo); Bak mee (Aceh); Asam jawa (Melayu); Tangkal asem (Sunda); Cumalagi (Minangkabau); Witasem (Jawa); Celagi (Bali); Acem (Madura); Bage (Sasak); Mangga (Bima); Tobi (Solar); Kanefo kiu (Timor); Asam jawa (Dayak); Tamalagi (Buol); Asang jawi (Gorontalo); Saamba lagi (Barros); Sablaki (Tanimbar); Comba (Makasar); Asam jawa ka (Buru); Tabelaka (Seram); Asam jawa (Ternate).

Deskripsi Tanaman Asam Jawa

Habitus berbentuk pohon tingginya ±25 m. Batang tegak berkayu, bulat, warnanya coklat muda, permukaan batang lentisel, percabangan simpodial. Daun berhadapan majemuk tunggal, berbentuk lonjong panjangnya 1-2,5 cm, dengan lebar 0,5-1 cm, ujung daun tumpul berpangkal bulat, tepi daun rata, pertulangan menyirip, berwarna hijau dan halus, ±0,2 cm panjang tangkai daun, berwarna hijau.

Baca Juga :  Bunga Kamboja Jepang : Pengertian, Klasifikasi, Morfologi dan Cirinya Terlengkap

Bunga majemuk tandan bentuknya tandan, ada di ketiak daun, ±0,6 cm panjang tangkai, berwarna kuning, bentuknya kelopak bunga tabung, berwarna hijau kecoklatan, jumlahnya benang sari banyak, warnanya putih, warna putik putih, mahkota bunga kecil dan warnanya kuning. Bentuk buahnya polong dengan lebar ±2 cm dan panjang ±10 cm, berwarna hijau kecoklatan. Bijinya berbentuk kotak pipih, warnanya coklat. Akar tunggang warnanya coklat kotor.

Pohon asam berbatang besar, daunnya hijau dan semuanya gugur saat musim bunga tiba dan meninggalkan pohon beserta ranting-rantingnya kemudian keluar bunga menyusul juga tunas daun-daun muda, pohon tingginya mencapai 30 m dengan diameter batang pangkalnya sampai 2 m. Kulit batang warnanya coklat keabu-abuan, memecah dan kasar, beralur-alur vertikal. Tajuknya lebat berdaun dan rindang, melebar dan membulat.
Daun majemuk berbentuk sirip genap, panjangnya 5-13 cm, letaknya berseling, bersama daun penumpu mirip pita meruncing, dan merah jambu keputihan. Anak daun sempit lonjong, berjumlah 8-16 pasang, masing-masing ukurannya 0,5-1 × 1-3,5 cm, tepinya rata, pangkalnya miring dan membundar, bagian ujung bundar hingga sedikit berlekuk.

Bunga menyuusun dalam tandan renggang, bagian ketiak daun/ ujung ranting panjangnya 16 cm. Bunga kupu-kupu berkelopak 4 buah serta daun mahkotanya 5 buah dan baunya harum. Mahkota kuning keputihan berurat-urat merah coklat. Buah polong hampir silindris dan menggelembung, bengkok atau lurus, bijinya sampai 10 butir, kerap sempit diantara dua biji, kulit buah (eksokarp) ini mengeras warnanya coklat atau kelabu menyisik, berurat-urat keras dan liat mirip benang. Daging buah (mesokarp) berwarna putih kehijauan saat muda, dan merah kecoklatan hingga kehitaman saat matang, asam manis serta melengket. Biji coklat menghitam, mengkilap, keras, dan agak persegi.

Baca Juga :  Hormon Pertumbuhan Auksin : Pengertian, Pengaruh dan Fungsinya Terlengkap

Manfaat Tanaman Asam Jawa

Berikut beberapa contoh ramuan obat tradisional dengan asam jawa yang dapat digunakan untuk menyembuhkan berbagai penyakit, diantaranya:

1. Bisul Asam Kawak

Siapkan daging buah yang matang sudah diolah berwana hitam sebanyak 5 gram, daun bayam duri & daun kangkung 10 gram semua, sedikit garam.
Caranya: daun bayam & kangkung ditumbuk halus, lalu campurkan asam dan diberi dengan sedikit garam. Tempelkan dibagian bisul sampai semua permukaannya tertutup. Jika sudah kering, silahkan ganti lagi yang baru. Dengan cara ini, maka dalam waktu singkat penyakit bisul matang dan pecah.

2. Sariawan

Caranya: 1 cangkir daun asam yang muda cuci bersih, 1 ruas kunyit 5 cm diiris tipis. Rebus dengan 4 gelas air hingga tinggal setengahnya. Agar rasanya enak, tambahkan gula aren ketika merebus. Saring dan minum dipagi hari dan sore. Ulangi lagi beberapa hari.

3. Nyeri Haid

Ada 2 cara untuk meredakan nyeri haid ini, yakni:

  • Segenggam daun asam muda lalu campurkan bersama 2 jari kunyit dan ⅟₂ gelas air masak, kemudian ditumbuk halus. Tambahkan air secukupnya dan saringlahh, maka siap diminum.
  • Asam kawak ⅟₂ ibu jari, 10 potong temulawak, secukupnya gula aren. Rebus dari tiga bahan tersebut dengan 1 gelas air dan biarkan sampai menjadi setengahnya. Minum setiap pagi dan lakukan berturut-turut saat menjelang datang bulan selama seminggu.

4. Kolesterol Tinggi

Caranya: Ambil 150-200 gram pada daun asam jawa, lalu tumbuk halus. Tambahkan 1 gelas (220 ml) air yang matang panas. Lalu saring serta minum sampai habis. Lakukan 3 kali dalam sehari.

5. Menurunkan Demam Pada Bayi

Caranya: Asam kawak & kunyit 1 ruas ibu jari semua, daun melati muda 5 lembar, daun bawang 2 tangkai. Sesudah dicuci, tumbuk seluruh bahan tersebut sampai halus. Tempelkan di bagian ubun-ubun bayi.

Baca Juga :  Fungsi Akar Gantung Pada Pohon Beringin : Pengertian, Jenis dan Karakteristiknya Lengkap

6. Ambeien

Caranya: Asam kawak 1 gram, daun keji beling serta meniran 6 gram, temulawak 3 gram. Sesudah itu bersihkan, rebus 1 liter air, biarkan sampai menjadi setengahnya. Sesudah dingin, minum 3 kali sehari.
Manfaat bagi kesehatan lainnya seperti :

• Radang tenggorokan/ difteri
• Batuk kering
• Darah rendah
• Keputihan
• Campak
• Demam setelah nifas
• Eksim, dll.

Daun muda sinom dapat dipakai berbagai macam jamu, yaitu : jamu sinom guna minuman kesegaran, jamu gepyok guna melancarkan & memperbanyak air ASI, sebagai tapal (olesan dipermukaan kulit/ dengan menempelkan dipermukaan kulit) guna mengurangi (radang, rasa sakit di persendian, di atas luka maupun sakit rematik).

Daging buah asam kadang dibuat agar-agar, manisan ataupun sirup. Inti kayu berat sebagai kayu halus serta dijadikan bahan pahatan. Bijinya dibakar maupun digoreng, jadi bisa dimakan. Buahnya tergolong dalam daftar jenis obat tradisional yang dilegalkan.

Begitulah tanaman asam jawa yang banyak sekali manfaatnya bagi kesehatan tubuh. Tidak ada salahnya memulai gaya hidup yang sehat alami. Kurangi konsumsi berbahan kimia, sebab alam membuktikan tersedianya segala kebutuhan manusia. Demikian pembahasan tentang asam jawa (klasifikasi, deskripsi dan manfaatnya bagi kesehatan). Semoga bermanfaat.

Baca juga:

/* */