4 Bagian Membran Embrio : Pengertian dan Fungsinya Lengkap

Posted on
5 (100%) 1 vote

Pengertian dan Fungsi Bagian Membran Embrio

Bagian Membran Embrio – Perkembangbiakan makhluk hidup dengan cara generative selalu melibatkan sel kelamin jantan dan sel kelamin betina. Sel kelamin jantan dimiliki oleh individu jantan, dan sel kelamin betina dimiliki oleh individu betina. Pada mamalia sel kelamin jantan berupa sperma dan sel kelamin betina berupa sel telur atau ovum.  Manusia merupakan salah satu makhluk hidup yang berkebangbiak secara generative. Manusia melakukan regenerasi secara seksual dan membentuk sel sel kelamin atau gamet.

membran embrionik

Seperti pada artikel sebelumnya mengenai alat reproduksi perempuan, telah dijelaskan bahwa perempuan memiliki indung telur yang menghasilkan telur setiap 28 hari. Saat telur tersebut telah masak dan siap untuk dibuahi, maka rahim akan mengalami penebalan. Hal ini terjadi karena rahim telah dipenuhi dengan pembuluh darah dan siap untuk menjadi tempat berkembangnya embrio. Berikut ini akan kita pelajari satu persatu tentang perkembangan embrio pada manusia.

Reproduksi pada manusia diawali dengan proses pematangan sel telur pada indung telur. Saat telur telah matang dan siap di buahi oleh sel kelamin jantan atau sperma, maka indung telur akan melepas kan sel telur tersebut. Sel telur yang telah lepas dari indung telur akan ditangkap oleh pangkal saluran tuba falopii yang berbentuk seperti corong dan memiliki bulu bulu yang dapat membawa telur kedalam saluran tuba falopii untuk segera dibuahi oleh sel sperma. Apabila terjadi proses pembuahan sel telur oleh sel sperma dalam daluran tuba falopii maka sel telur akan berubah atau membelah diri menjadi zigot.

Baca Juga :   Sistem Ekskresi Pada Manusia beserta Gangguannya

Zigot yang masih berada dalam saluran tuba falopii terus berkembang dan membelah diri sampai pada tahap yang bisa menempel pada dinding rahim yang sudah menebal. Zigot tersebut akan terus membelah dan terus bertumbuh kembang menjadi embrio, dan saat zigot mulai berkembang dan menjadi embrio tersebut maka embrio akan diselimuti oleh selaput atau membran embrionik .

Selaput embrionik ini akan melapisi embrio selama embrio tumbuh dan berkembang. Selaput ini berada diluar tubuh embrio, yang berfungsi sebagai perantara pertukaran zat dan melindungi embrio terutama sebagai pemberi nutrisi, perlindungan maksimal dan sekresi.  Embrio yang terbentuk tadi dapat bertahan hidup sendiri hingga beberapa waktu dengan melakukan menyerap makanan dari kantung kuning telur dan susu uterus, tetapi hal tidak dapat berlangsung lama atau terus-menerus

Berikut ini mari kita bahas satu persatu mengenai bagian bagian dari membrane embrionik ini .

1. Kantong Yolk (Kantong Kuning Telur)

Tumbuh di ventral midgut dan terbentuk oleh embrio, Kantung kuning telur ini merupakan unsure dari usus primitive. Namun Kantung kuning telur ini bukan merupakan bagian dari tubuh embrio, karena embrio tersebut telah memiliki bentuk ususnya sendiri. tangkai kuning telur berkembang menuju kantung kuning telur yang berada dibawahnya, sehingga perkembangannya memanjang kebawah hal ini terjadi saat embrio melipat. Peran kuning telur untuk memenuhi kebutuhan nutrisi pada embrio terlaksana pada fase ini.

Saat tubuh embrio menjorok kedorsal, kepala kea rah anterior dan ekor kearah posterior lalu terjadi peristiwa lipatan sphangling mesoderm dengan endoderm di daerah midgut (Splangnopleura) pertumbuhan dari kuning telur terjadi di embrio tersebut. Sehingga dengan adanya kegiatan tersebut  terbentuklah dua daerah coelum. Daerah coelum merupakan terdiri dari coelum intra-embrional dan coelum extra embrional.

Baca Juga :   Kelainan pada Sistem Ekskresi Manusia dan penjelasannya

Peran kantung kuning telur ini tidak berlangsung lama dalam tumbuh kembang embrio, pada fase selanjutnya bagian membrane embrio alantois.yang akan lebih berperan

2. Amnion

Amnion merupakan bagian yang berasal dari sisi embrio yang kemudian akan membentuk sebuah lipatan. Lipatan tersebut berasal dari selapis mesoderm dan ectoderm dari embrio tersebut.  Bagian bagian yang telah terbentuk  selanjutnya akan terus tumbuh dan meninggalkan embrio.  Pada lapisan – lapisan inti kan bergabung menjadi satu, dan membentuk sebuah kantung yang memiliki dinding dua lapis.

Lapisan inti yang telah bergabung akan bersatu pada bagian atas. Dinding dua lapis yang terbentuk akan menyelubungi embrio pada 18 hari  usia kehamilan. Kantung inilah yang disebut dengan amnion.  Amnion juga biasa disebut dengan kantung air, karena kantung ini berisi cairan bening yang bersifat merendam embrio. Istilah lain dari amnion yang biasa disebut mastarakat  sebagai kantung air ketuban.

Amnion berfungsi sebagai bantalan yang dapat melindungi embrio dari guncangan dan tekanan. Salah satu penyebab tekanan yang dialami oleh embrio adalah tekanan yang berasal dari bagian bagian ginjal fetus. Fungsi lain dari amnion adalah sebagai alat pernafasan an kelenjar mulut bagi embrio, sebagai tempat embrio mengambang, dan membantu embrio memiliki atau memungkinkan embrio untuk melakaukan pergerakan tungkai dan tubuh pada embrio.

3. Korion

ketika telah terjadi pembentukan amnion Korion juga ikut terbentuk.  Awalnya bagian yang disebut somatopleura melipat menuju dorsal, lalu bertemu dibagian kiri dan bagian kanan. Bagian yang bertemu ini akan memberntuk sebuah kantung baru diluar kantung amnion dan diluar kantung kuning telur.  Dinding dari korion merupakan somathopleura dan memiliki somatic mesoderm. Korion terletak di dalam ektoepidermis sebelah lluar.  Karena Korion merupakan bagian selaput terluar maka korion berfungsi sebagai  pertukaran gas dan air. Disamping itu korion juga memiliki banyak sekali pembuluh darah.

Baca Juga :   Organ Reproduksi Laki Laki, fungsi dan penjelasannya terlengkap.

4. Alantois

Pada 23 hari usia embrio, embrio tersebut telah memiliki alantois yang berkembang dengan baik. Alantois terbentuk pada peristiwa pembentukan kantung luar usus bagian belakang. Karena diumur 23 hari embrio telah memiliki alantois yang sempurna, memnyebabkan perkembangan embrio menjadi lebih pendek. Alantois terletak pada ruang antara amnion dan serosa.

Alantois dapat berhubungan dengan kantung seni pada sistem ekskresi. Alantois berhubungan dengan kantung seni melalui perantara urachus yang keluar dari simpul umbilicalis. Dalam hal ini simpul umbilicalis  berfungsinya sebagai tempat penampungan air seni oleh embrio.

Bersama dengan serosa, alantois membentuk  korion dengan empat lapisan. Lalu lapisan itu memiliki banyak pembuluh darah, disamping itu lapisan ini juga  menyelubungi bagian embrio, amnion dan ruang allantois secara keseluruhan. Alantois juga memiliki fungsi sebagai pertukaran oksigen dan karbondioksida, karena pada manusia alantois pada membrane embrionya bersifat rudimenter.

Baca Juga :