Alat Peredaran Darah Pada Manusia Beserta Fungsinya Lengkap

3.6 (72.8%) 25 votes

Alat yang berperan dalam Sistem Kardiovaskuler Beserta Fungsinya

Apa alat yang berperan dalam sistem kardiovaskuler? Mengapa alat alat dalam kardiovaskuler harus dijaga?  Pada artikel kali ini kita hanya akan membahas tentang sistem kardiovaskuler, terutama alat dalam tubuh yang berperan pada proses tersebut.

Di sini kita tidak membahas tentang sel darah, jenis-jenis sel darah, perbedaan plasma dan serum darah, kelainan morfologi eritrosit dan leukosit, maupun fungsi sel darah putih dan sel darah merah. Hal ini karena sel darah termasuk bahan, bukan alat dalam peredaran darah.

Kardiovaskuler adalah sistem peredaran darah dalam tubuh. Alat yang berperan dalam sistem kardiovaskuler adalah jantung dan pembuluh darah baik pembuluh darah vena, arteri dan kapiler.

Berikut adalah alat peredaran darah manusia :

1. Jantung

jantung

Jantung terletak di ICS (Intercostal space) III s.d. V sinistra (kiri) atau di mediastinum medius. Organ ini berukuran sebesar genggaman tangan manusia dengan apex (bagian lancip) menghadap kiri bawah. Bagian ini disebut pula ictus cordis, di mana detak jantung paling terasa. Ictus cordis adalah tempat tersering untuk mendengar suara pembukaan katub mitral, di ICS V midclavicular sinistra, sekitar di bawah payudara kiri. Jantung dapat dilihat dari 3 sisi, yaitu sisi depan (fascies sternocostal), sisi belakang (fascies mediastinal), sisi bawah (fascies diafragmatica).

Baca Juga :  Kulit Manusia : Pengertian, Bagian - bagian, Fungsinya Lengkap

Jantung memiliki 4 ruangan dimana keempat ruangannya memeiliki peranan masing masing. Ruangan tersebut adalah : atrium kanan, atrium kiri, ventrikel kanan, dan ventrikel kiri .

a. Atrium kanan

Di dalam atrium kanan terdapat area halus (sinus venarum) dan kasar (auricula). Tempat bermuara vena cava inferior, vena cava superior, sinus coronarius, dan vena cordis minimi. Ruangan atrium ini merupakan bagian yang tampak dari depan dan belakang.

b. Atrium kiri

Ruangan atrium kiri sangat terlihat dari sisi belakang. Atrium ini merupakan tempat bermuara 4 buah vena pulmonalis dan vena cordis minimi. Memiliki area halus (sinus venarum) dan kasar (auricula).

c. Ventrikel kanan

Penampang  terbesar ventrikerl kanan dari depan. Memiliki area halus (infundibulum) dan kasar (ventrikel proper).  Pada ventrikerl ini terdapat katub pulmonalis. Di sini terdapat muara arteri pulmonalis. Disini juga Terdapat katub trikuspidalis yang menghubungkannya dengan atrium kanan. Katub ini diikat oleh chorda tendinae di dinding ventrikel agar tak terjadi aliran balik.

d. Ventrikel kiri

Ventrikel kiri Memiliki area kasar (ventrikel proper) dan halus (vestibulum).ventrikel ini Tampak dominan dari sisi bawah. Di vestibulum terdapat katub semilunaris aorta yang menghubungkannya dengan muara aorta. Kedua katub diikat oleh chorda tendinae di dinding ventrikel. Di ventrikel proper terdapat katub mitralis yang menghubungkannya dengan atrium kiri.

2. Pembuluh darah

a. Pembuluh darah Arteri

Pembuluh darah Arteri adalah pembuluh darah yang membawa darah keluar dari jantung keseluruh tubuh. Kecuali arteri pulmonalus, pada umumnya arteri kaya akan oksigen.  Arteri terdiri atas : aorta, arteri besar, arteri sedang, arteri kecil, ateriole, dan arteriole pre kapiler. Secara anatomi, yang membedakan semua jenis arteri ini adalah ukurannya walau tidak tampak secara signifikan. Namun secara histologis, strukturnya mengalami kemajuan dari terkecil hingga yang terbesar.

Baca Juga :  6 Ciri Ciri Makhluk Hidup : Manusia, Tumbuhan dan Hewan

Secara histologis, dinding pembuluh darah terdiri atas tunika intima, media, dan adventitia.  Arteri memiliki tunika media yang tebal. Pada arteriole pre kapiler, selapis struktur endotel dan selapis srtuktur otot polos. Pada arteriole bertambah menjadi 2-5 lapis otot polos. Terdapat lebih dari 5 lapis otot polos yang menyusun arteri kecil. Pada arteri sedang terdapat tambahan membrana elastika interna. Pada arteri besar terdapat membrana elastika interna dan eksternal.

b. Pembuluh darah vena

Pembuluh darah ini membawa darah dari seluruh tubuh menuju ke jantung.

Umumnya vena miskin akan oksigen karena oksigen yang dibawa oleh darah telah disebar keseluruh tubuh, kecuali vena pulmonalis. Pada pembuluh darah vena terdapat banyak katub. Katup ini berfungsi  untuk mencegah aliran balik. Berbeda dengan arteri, vena memiliki tunika adventitia yang tebal.

Secara histologis, sangat sulit untuk mengidentifikasi pembuluh darah vena tak seperti arteri. Oleh karena itu untuk mengidentifikasinya, kita melihat arteri yang berdampingan dengannya.Karena  Arteri dan vena yang berdampingan memiliki jenis yang sama.

c. Pembuluh Kapiler

Kapiler adalah pembuluh darah terkecil. Pembuluh darah kapiler ini hanya terdiri selapis endotel. Di sini terjadi pertukaran gas dan makanan secara difusi. Dindingnya yang bersifat fenestrated dan ukurannya yang kecil memungkinkan hal tersebut terjadi. Pada kapiler pula terdapat anastomosis. Anastomosis berbentuk semacam anyaman pembuluh darah yang juga tempat bertemunya arteri dan vena. Jadi meski kecil, kapiler memegang peran yang sangat penting bagi kelangsungan hidup seseorang.

Masalah yang terjadi dalam kardiovaskular

Setelah otak, Jantung adalah organ prioritas nomor dua. Penyakit yang sering menyerang jantung adalah gagal jantung. Gagal jantung dibagi menjadi 2

a. Gagal jantung kiri

Gagal jantung kiri menimbulkan gejala pulmonal. Hal ini disebabkan darah pada atrium kiri tidak dapat disalurkan ke ventrikel kiri tetapi kembali ke vena pulmonalis. Karena darah tidak dapat tersalurkan, maka tekanan pada vena pulmonalis meningkat dan paru paru tidak dapat membendungnya. Kejadian ini menyebabkan inflamasi yang berpengaruh pada pleura. Pleura akan berisi cairan imun dan mengembang. Kondisi ini biada disebut efusi pleira atau edema paru paru dan menyebabkan sesak.

Baca Juga :  Sistem Peredaran Darah Manusia : Organ, Mekanisme dan Gangguannya

b. Gagal jantung kanan

Gagal jantung kanan disebabkan darah dari atrium kanan tidak dapat tersalurkan ke ventrikel kanan dan kembali ke vena cava, dengan demikian tekanan pada vena cava meningkat. Hal ini berpengaruh pada seluruh tubuh. Dengan terjadinya edema tungkai dan pembesaran vena jugularis, maka kondisi tersebut dapat diartikan sebagai gagal jantung kanan. Efek yang ditimbulkan akan terasa pada seluruh tubuh, tidak terkecuali pada ginjal, jika terjadi gagal jantung kanan.

Kondisi gagal jantung dapat disebabkan karena terjadinya kekakuan katub mitral. Kekakuan katub ini disebabkan oleh rheumatoid fever yang mengakibatkan rematik pada katub jantung. Kekakuan katub mitral biasa disebut mitral stenosis. Mitral stenosis bisa ditangani dengan tindak pembedahan, yaitu dengan cara melakukan transplantasi katub jantung. Setelah dilakukan transplantasi, jantung bisa kembali bekerja normal. Pasien pun mendapat prognosis yang cukup baik.

Awal terjadinya jantung koroner tidak ditentukan oleh umur, bisa terjadi pula pada usia dini. Sehingga menjaga kesehatan jantung sangat diperlukan sejak dini.

Baca Juga :

/* */