Adaptasi Morfologi Pada Tumbuhan : Pengertian, Ciri dan Contohnya Terlengkap

Posted on

Adaptasi Morfologi Pada Tumbuhan : Contoh dan Cirinya Terlengkap

Adaptasi morfologi pada tumbuhan – adaptasi ialah kemampuan makhluk hidup guna menyesuaikan diri bersama lingkungannya menjadi usaha dalam mempertahankan kehidupan. Morfologi ialah bagian dari makhluk hidup yang wujudnya bentuk dan fungsinya. Pada bahasan kali ini, akan dibahas mengenai adaptasi morfologi pada tumbuhan.

Adaptasi Morfologi Pada Tumbuhan

Adaptasi morfologi pada tumbuhan ini tandanya ialah dengan perubahan/ perbedaan bentuknya daun, akar serta batang tumbuhan. Hal ini menjadi bukti penyesuaian diri dengan lingkungannya. Adaptasi morfologi pada tumbuhan dibedakan menjadi tiga, yakni tumbuhan yang hidupnya diperairan (hidrofit), daerah kering (xerofit) serta di daerah lembab (higrofit).

1. Adaptasi xerofit

Tumbuhan xerofit ialah jenis tumbuh-tumbuhan dengan hidup ditempat kering serta sangat minim air, misalnya savan dan gurun pasir. Contohnya tumbuhan ini kaktus serta bunga mentega. Bentuk perubahan yang terjadi ini diantaranya sebagai berikut :

  • Daun pada tumbuhan bentuknya serupa dengan duri dan cenderung kecil. Luas permukaan daun kecil fungsinya memperkecil proses penguapan, jadi menghindari kehilangan air tubuh tumbuhan yang terlalu banyak.
  • Akar tumbuhan xerofit mempunyai bentuk panjang serta menyebar disegala arah. Sebab sebagai sumber kebutuhan dari tumbuhan.
  • Tumbuhan xerofit mempunyai sedikit stomata serta tubuhnya terlapisi dengan lilin secara keseluruhan. Tujuannya ini untuk meminimalisir lajur dari transpirasi tubuh tumbuhan sebab suhu udara tempat hidupannya paling tinggi.
Baca Juga :   15 Tumbuhan Menyimpan Cadangan Makanan Beserta Contohnya Lengkap

2. Adaptasi hidrofiy

Tumbuhan hidrofiy ialah jenis tumbuh-tumbuhan dengan hidup diperairan. Jenis tumbuhan ini misalnya eceng gondok dan teratai. Tumbuhan ini menyesuaiakn diri bersama lingkungannya serta melakukan perubahan diri/ morfologi caranya dengan alat tubuhnya, sebagai berikut :

  • Tumbuhan hidrofit, mempunyai akar pendek serta halus/ kecil-kecil. Tujuannya membatasi penyerapan air terlalu banyak untuk tubuhnya.
  • Tangkai daun berongga, tujuannya membatasi penyerapan air bagi akar/ daya serap dari batanya sendiri.
  • Mempunyai banyak stomata, letaknya dipermukaan daun. Tujuannya meningkatkan laju transpirasi tumbuhan serta membuang kelebihan air dalam tubuh melalui uap.

3. Adaptasi higrofit

Tumbuhan hidgrofit ialah jenis tumbuh-tumbuhan dengan hidup dilingkungan lembab. Contohnya seperti keladi, lumut dan tumbuhan paku. Perubahan yang dilakukan pada jenis tumbuhan ini yakni :

  • Tumbuhan jenis higrofit dapat menyesuaikan jumlah stomata guna meningkatkan laju transparasi. Stomata ada dipermukaan daun dan fungsinya menjadi alat untuk penguapan.
  • Bentuk daunnya tipism lebar serta jumlahnya pun lebih banyak. Hal tersebut fungsinya menyesuaikan laju transpirasi. Jika semakin banyak daunnya maka laju dari transpirasi ini akan semakin banyak.

Contoh Dan Ciri-Ciri Adaptasi Morfologi

Berikut ini merupakn contoh dari tumbuhan serta ciri morfologi sebab adaptasi bersama lingkungan hidupnya, yakni :

1. Tumbuhan xerofit

Tumbuhan xerofit ialah tumbuhan yang tumbuh pada lingkungan kering. Contohnya : kaktus, pohon kurma, lili gurun, setawar serta sp senseveria.

Ciri-ciri tumbuhan xerofit

  • Daunnya tebal, luas dan sempit. Bentuknya bersisik/ berubah jadi duri, ada pula tanpa daun. Tujuannya mengurangi penguapan.
  • Semua tubuhnya tergolong daun tertutup yang terlapisi lapisan kutikula/ lapisan lilin. Tujuannya mengurangi penguapan.
  • Batang tubuhnya tebal serta berongga mirip spons. Fungsinya menyimpan cadangan air.
  • Akarnya panjang serta menyebar luas.
Baca Juga :   Angiospermae : Pengertian, Ciri Ciri, Perbedaan dan Contohnya Terlengkap

2. Tumbuhan hidrofit

Tumbuhan hidrofit ialah tumbuhan dengan hidup diperairan. Tumbuhan ini dibedakan jadi 3, yakni tumbuh dipermukaan air, didalam air, serta sebagainnya dibawah air dan diatas permukaan air. Contohnya tumbuhan teratai, kiambang, eceng gondok, tumbuhan bakau dan kangkung.

Ciri-ciri tumbuhan hidrofit:

  • Tumbuhan hidup mengapung/ diatas permukaan air. Tubuhnya berongga dengan isi udara supaya tumbuhan bisa mengapung. Daunnya lebar untuk membantu tumbuhan tetap mengambang da nada diatas permukaa air. Contohnya kiambang dan eceng gondok.
  • Tumbuhan hidup didalam air mempunyai dinding sel tebal dna kuat. Fungsinya mengurangi osmosis/ penyerapan air dalam sel. Contoh vallisneria dan hydrilla.
  • Tumbuhan yang sebagian tubuhnya didalam air/ terendam dan diatas air. Tubuh serta tangkau daun tumbuhan mempunyai rongga guna mempertahankan tbuh di bagian atasnya tetap ada di permukaan air serta tidak tenggelam. Contohnya kangkung dan teratai.
  • Tumbuhan hidup didaerah pasang surut/ kadang terendam air/ jauh dari air, mempunyai akar kuat dan lebar. Fungsinya tetap kokoh jika terkena aliran ombak. Akar tumbuhan menjajar dan panjang serta saling berhubungan antar tumbuhan. Hal tersebut dapat membantu memperkuat tumbuhan serta tetap kokoh. Contohya tumbuhan bakau.

3. Tumbuhan higrofit

Tumbuhan higrofit ialah tumbuhan hidup dilingkungan lembab. Seperti tumbuhan kemunting, paku, lumut, dedalu dan tumbuhan duan ungu.

Ciri-ciri tumbhan higrofit :

  • Mempunyai daun lebar dan tipis
  • Daunnya kecil serta jumlahnya banyak

Tumbuhan menyesuaikan bentuk dirinya menurut kebutuhan pada air. Perubahan bentuk batang, daun serta akar semuanya ini berfungsi untuk kebutuhan hidup tumbuhan dari air. Perubahan morfologi tersebut tujuannya guna mengendalikan laju transpirasi/ laju keluar masuknya air terhadap tubuh tumbuhan.

Perubahan morfologi tersebut dapat bermacam-macam terhadap makhluk hidup serta akan berbeda pada manusia dan hewan. Hewan serta manusia merupakan makhluk hidup kompleks sehingga perubahan morfologi sebab adaptasi pada lingkungannya akan berdampak di perubahan interaksi dan sifat hewan/ individu itu.
Perubahan morfologi yang dialami ini akan lebih luas serta mempengaruhi fungsinya didalam menjalani kehidupan serta mempengaruhi pada bentuk tubuh, cara makan, lalu interaksi dll.

Baca Juga :   Proses Terbentuknya Bunga Sepatu - Pengertian dan Bagian - Bagiannya

Demikian jenis adaptasi morfologi pada tumbuhan disertai dengan contoh dan ciri-cirinya. Secara umum, perubahan morfologi/ bentuk serta alat tubuh yang dialami pada tumbuhan ini letaknya di batang, daun serta akar. Setiap makhluk hidup tidak dapat hidup tanpa air. Semoga artikel ini bermanfaat.

Baca juga: