8 Jenis Penyakit Kulit Yang Paling Sering Menyerang

4.2 (84%) 15 votes

8 Jenis Penyakit Kulit Yang Paling Sering Menyerang

8 jenis penyakit kulit – Kulit mempunyai dua lapisan, yakni lapisan epidermis & lapisan dermis. Lapisan terluar epidermis kulit tergolong dalam kelompok jaringan dari epitel pipih selapis. Fungsi kulit dapat melindungi tubuh terluar dari serangan bakteri dan juga kotoran. Selain fungsi proteksi, kulit berfungsi dari segi estetika. Ada istilah yang mengatakan bahwa kecantikan itu hanya sebatas dari kulit (beauty is only skin deep). Memang benar, siapa yang tidak menginginkan memiliki kulit halus dan sehat.

Tetapi ada saja penyakit yang dapat menyerang organ tubuh pada manusia. 8 Jenis penyakit kulit yang telah menyerang kulit manusia bersumber pada penyebabnya dijelaskan dalam uraian berikut.

Disebabkan Faktor Eksternal

Kulit adalah organ manusia yang letaknya paling luar. Sehingga kulit mudah bersentuh langsung dengan lingkungan seperti suhu, sinar matahari dan juga mikroba. Faktor ini paling banyak menyebabkan masalah kulit. Beberapa masalahnya timbul penyakit seperti :

1. Jerawat

Jerawat paling umum dialami oleh setiap manusia, khususnya saat melalui fase pubertas. Jerawat ialah kondisi penumpukan kotoran/ sel kulit mati dalam pori-pori, jadi mengakibatkan penyumbatan minyak. Terjadinya jerawat melibatkan fungsi pada hormon testosteron &kelenjar minyak kulit.
Fungsi kelenjar minyak untuk melembabkan kulit. Hormone testosterone pria dan wanita yang mengontrol sekresi ini. Penyumbatan minyak menciptakan bakteri untuk berkembangbiak sehingga menyebabkan terjadinya peradangan jerawat. Hingga saat ini belum ada obat penangkalnya, hanya perawatan khusus untuk jerawat yang parah bisa dicegah.

Baca Juga :  Sistem Penggolongan Darah ABO : Pengertian, Pencampuran dan Karakteristiknya Lengkap

2. Dermatitis kontak

Dermatitis sama dengan eksim yaitu kondisi peradangan pada kulit. Kondisi ini disebabkan oleh kontak dengan iritan/ allergen pada lingkungan. Iritan adalah larutan seperti deterjen yang bisa menghilangkan minyak alami kulit dari paparan sebuah benda. Sementara alergen ialah benda khusus yang menyebabkan sistem imun pada tubuh bereaksi.

Penderita dermatitis dengan kontak iritan menunjukkan sebagai gejala kulit kering kasar, bersisik/ bahkan pecah-pecah akibat hilangnya produksi minyak kulit sebagai pelembab alami kuilit. Sementara dermatitis kontak alergen bereaksi seperti kemerahan, gatal/ melepuh. Pengobatannya bisa di hindari atau mengurangi kontak barang iritan dan alergen.

3. Karsinoma sel basal atau BCC ( Basal Cell Carcinoma)

BCC ialah jenis kanker kulit yang non-melanoma. Penyebabnya dari paparan sinar UV lama. Penyakit ini sering dialami oleh pria dan kebanyakan yang berkulit putih. BCC bukan penyakit keturunan, walaupun demikian kondisi-kondisi generatif misalnya kulit putih dan mempunyai kecenderungan kulit yang lebih mudah melepuh bisa diturunkan.

4. Herpes simpleks

Herpes simpleks adalah infeksi pada kulit yang disebabkan karna virus herpes simpleks. Gejala awalnya adalah muncul kemerahan pada kulit, terkadang penderita juga merasa demam, dan timbulnya luka lepuh pada kulit. Jika virus herpes simpleks ini menyerang bagian-bagian mata bisa menyebabkan rasa sakit, sensitivitas mata pun berkurang dan akan menimbulkan bekas luka. Gejala akan sembuh dengan sendirinya sesudah beberapa minggu, tetapi virus akan tetap dorman di dalam tubuh. Pengobatan bisa dilakukan dengan obat anti-virus oral.

Disebabkan Faktor Internal

Selain lingkungan, masalah kulit dari dalam tubuh disebabkan pula oleh faktor lain, seperti kelainan sekresi hormone/ karena penyakit turunan. Faktor-faktor ini dikena; sebagai faktor internal. Beberapa jenis penyakit kulit ini adalah :

Baca Juga :  10 Gangguan Pada Sistem Reproduksi Wanita dan Cara Mengatasinya

1. Atopik eksim

Eksim adalah kondisi perubahan lapisan kulit seperti kemerahan, melepuh, lecet, penebalan dan perubahan warna kulit. Secara umum penyakit ini adalah peradangan pada kulit yang dialami pria/ wanita saat usia satu bulan kelahiran. Penyebabnya belum jelas diketahui, namun penyakit ini merupakan keturunan. Meskipun kondisi telah membaik, masih ada kemungkinan untuk kambuh di tahun-tahun berikutnya.

2. Alopesia areata

Alopesia areata adalah kerontokan parah pada rambut. Kerontokan ini biasanya hanya di rambut kepala, namun mempengaruhi juga rambut alis, bulu mata, serta bagian tubuh lain. Penyebab belum diketahui secara pasti, namun berkaitan dengan kondisi autoimun adalah penyerangan pada sistem imunitas tubuh

Fungsi darah putih menjadi sistem imun ialah menyerang benda asing yang masuk dalam tubuh. Pada penderita penyakit Alopesia areata, sel darah putih ini mengenali folikel rambut menjadi benda asing. Akibatnya terjadinya kerontokan parah pada rambut. Belum ada obat yang bisa diterapkan dalam kondisi tersebut dan kejadian ini akan terus menerus berulang, namun ada kemungkinan 60-80% rambut bisa tumbuh kembali seperti semula.

3. Gunther (porphyria erythropoietic congenital)

Porfiria adalah sekumpulan penyakit yang disebabkan produksi abnormal porforin. Porforin akan membentuk hemoglobin sehingga berfungsi penting bagi tubuh. Fungsi hemoglobin adalah untuk mengikat oksigen dari dalam darah sehingga mengikatnya menjadi oksihemoglobin. Apabila saat pembentukan hemoglobin ada gangguan, maka fungsi sel darah merah menjadi alat peredaran darah manusia terganggu pula. Oleh karena itu, gejala penyakit ini nyaris sama dengan kelainan sistem peredaran darah manusia, yakni anemia.

4. Hiperhidrosis

Hiperhidrosis merupakan produksi keringat berlebih. Setiap aktivitas tidak sadar yang dilakukan dalam tubuh dikontrol oleh sistem saraf autonomik, yang dibagi menjadi simpatik dan parasimpatik. Pengeluaran keringat tergolong dalam fungsi simpatik.

Baca Juga :  Sistem Peredaran Darah Manusia : Organ, Mekanisme dan Gangguannya

Kelebihan pengeluaran keringat bisa disebabkan dari faktor menopause, diabetes/ kerja berlebih oleh kelenjar tiroid. Fungsinya kelenjar tiroid ialah mengatur metabolisme dari seluruh tubuh manusia. Apabila penyakit ini disebabkan oleh kelenjar tiroid, maka ada kemungkinan penyebabnya berasal dari hipotalamus, bagian otak akan mengatur perkembangan tiroid. Penyakit ini lumayan langka dan tergolong penyakit keturunan. Pengobatan yang dapat dilakukan ialah dengan melakukan sebuah operasi pengangkatan jaringan.

Kesimpulannya bahwa penyakit kulit ini disebabkan karna dua hal, yakni faktor eksternal dan internal. Faktor eksternal karna kondisi bersentuhan langsung dengan kulit sedangkan faktor internal adalah faktor keturunan. Beberapa penyakit ada pengobatannya, dan beberapa jenis penyakit lain belum jelas penyembuhannya. Semoga pembahasan 8 jenis penyakit kulit pada artikel ini dapat menambah wawasan. Terimakasih.

Baca juga:

/* */