6 Fungsi, Pengertian dan Ciri-Ciri Hati dalam Sistem Ekskresi Manusia Lengkap

5 (100%) 2 vote[s]

Pengertian, Ciri-Ciri dan Fungsi Hati dalam Sistem Ekskresi pada Manusia

6 Fungsi Hati dalam Sistem Ekskresi pada Manusia – Hepar atau hati merupakan organ paling penting dalam tubuh manusia. Hati adalah kelenjar terbesar yang ada di dalam tubuh manusia. Selain hati, di dalam tubuh manusia terdapat pula beberapa macam kelenjar yang masing-masinya memiliki fungsi antara lain ada kelenjar mamae,kelenjar getah bening, serta kelenjar tiroid, tetapi hati inilah termasuk organ yang paling vital. Untuk lebih jelasnya, simak 6 Fungsi Hati dalam Sistem Ekskresi pada Manusia dan hal lain tentang hati.

Ciri – Ciri Hati

Beberapa ciri–ciri hati diantaranya :

  • Letak hati berada di bawah diafragma dalam rongga perut di bagian kanan, atau lebih tepatnya sebelah kanan diatas abdomen. Kalu sebelah kiri itu posisi jantung.
  • Hati warnanya merah cokelat,
  • Hati mempunyai berat ±1,47 kg,
  • Hati mempunyai banyak pembuluh darah yang lunak,.

Struktur Hati dan Fungsinya

Hati sendiri mempunyai beberapa bagian atau sering dikenal dengan nama lobus. Lobus ini dibagi menjadi empat bagian, dua diantaranya adalah lobus utama (lobus kanan dan lobus kiri). Lobus kanan ukurannya jauh lebih besar. Lalu dua lobus lain berukuran kecil terletak di belakang lobus utama sebelah kanan. Setiap lobus terdapat unit multi–sisi bernama lobulus. Berikut ini lebih jelasnya mengenai struktur hati dan fungsinya :

  1. Lobus kanan dan lobus kiri merupakan tempat pemrosesan utama hati yang menghasilkan empedu dan berfungsi sebagai penawar racun.
  2. Lobulus, merupakan unit- multi sisi pada lobus. Di dalam hati terdapat sekitar 50.000-100.000 lobus dan setiap lobus terdiri atas sel-sel hati kecil yang mengelilingi vena sentral.
  3. Vena Sentralis, terdapat dibagian pusat lobulus.
  4. Vena Hepatica, fungsinya dalam mekanisme peredaran darah untuk mengangkut darah yang disaring oleh hati ke vena kava inferior.
  5. Lakuna, adalah sekat yang memisahkan antara lobulus satu dengan lobulus lainnya.
  6. Kantung empedu, berfungsi sebagai reservoir dalam penyimpanan empedu.
Baca Juga :  10 Gangguan Pada Sistem Reproduksi Wanita dan Cara Mengatasinya

Fungsi Hati dalam Sistem Ekskresi Manusia

Setelah membahas mengenai ciri–ciri hati, letak hati, struktur dan fungsi dari struktur tersebut, selanjutnya masuk ke pembahasan utamanya yakni fungsi hati dalam sistem ekskresi manusia. Sistem ekskresi sendiri sebenarnya tidak hanya hati, ada beberapa diantaranya yakni kulit,paru–paru,ginjal, dan hati itu sendiri. Berikut ini beberapa fungsi hati dalam sistem ekskresi manusia :

1. Menetralkan racun (detoksifikasi)

Merupakan fungsi hati yang sangat penting. Hal ini membuat tubuh terhindar dari berbagai racun yang ada di dalam tubuh manusia. Racun yang diserap dari hati nantinya akan dibuang melewati urine. Bila hati sudah tidak dapat berfungsi lagi, maka racun–racun tersebut tidak mampu dibuang ataupun dinetralkan oleh tubuh, serta menimbulkan sangat banyak penyakit. Diantaranya penyakit tersebut adalah liver/penyakit kuning, dimana fungsi hati saat menetralkan racun telah rusak.

2. Merombak sel–sel darah merah sudah tua.

Hasil perombakan pada sel darah merah itu yakni globin, zat besi, dan juga heme. Untuk zat besi dan juga globin sendiri akan diproses ulang sebagai penghasil hemoglobin yang baru, yang bisa digunakan oleh tubuh kembali. Sementara untuk heme itu sendiri, nanti akan dirubah jadi bilirubin da biliverdin yang tentunya akan dioksidasi di usus jadi urobilin yang berfungsi sebagai zat warna urin dan juga feses.

3. Menghasilkan empedu, Disamping fungsi di atas.

Salah satu fungsi pertama dari hati itu sendiri yakni sebagai penghasil empedu. Empedu ini terkandung asam empedu yang fungsinya untuk membantu penyerapan usus dan juga vitamin A ,D, E, K yang larut di dalam lemak. Nantinya empedu yang sudah terbentuk akan disimpan dalam kantong empedu. Empedu merupakan getah hasil dari sebuah perombakan sel darah merah yang terdiri atas dua komponen utama yakni garam empedu & zat warna empedu. Selain itu, empedu ini mengandung kolesterol dan garam mineral. Fungsi empedu diantaranya sebagai aktivator pada enzim lipase dan juga sebagai pencerna lemak supaya mudah diserap oleh tubuh.

Baca Juga :  Folikel Rambut Pada Kulit : Struktur, Pertumbuhan, Fungsi, dan Cara Menjaganya Terlengkap

4. Mensintesis sejumlah zat,

Selain sebagai tempat penghasil dari empedu Hati juga berfungsi dalam sintesis zat. Hal ini disebabkan oleh hati yang mengeluarkan beberapa enzim dan salah satunya ialah enzim arginase. Enzim ini fungsinya untuk mengubah arginin jadi urea dan ornifi yang bisa meningkatkan NH3 dan CO2.

5. Metabolisme dan juga menyimpan karbohidrat

Digunakan sebagai cadangan dalam memenuhi kebutuhan glukosa di dalam darah.

6. Menghasilkan Urea dan juga Amonia

Kedua zat tersebut termasuk zat sisa dari hasil perombakan protein. Kedua zat tersebut sifatnya racun dan seharusnya dikeluarkan dari dalam tubuh manusia. Nantinya kedua zat tadi akan dikeluarkan oleh tubuh melewati urin. Urin sendiri dihasilkan melewati proses filtrasi darah. Proses ini yang terjadi pada ginjal, karena memang proses dalam menghasilkan urin itu sendiri terjadi pula di dalam ginjal. Sementara dalam hati sendiri kedua zat ini terbentuk saat tubuh kelebihan asam amino.

Dimana asam amino ini akan diproses melewati proses yang bernama deaminasi. Yang nantinya akan kembali lagi ditegaskan bahwa kedua dari zat itu dibuang baik melewati feses maupun urin melewati proses lebih lanjut lagi.

Nah, berikut tadi merupakan penjelasan tentang 6 Fungsi Hati dalam Sistem Ekskresi pada Manusia. Sistem ekskresi manusia dibantu menggunakan alat-alat ekskresi pada manusia. Salah satu alatnya adalah Hati, yaitu suatu kelenjar terbesar yang ada di dalam tubuh manusia yang sangat berperan penting untuk mengeluarkan zat sisa metabolisme dari dalam tubuh.

Baca juga:

/* */