6 Daur Hidup Cacing Pita dan Jenis – Jenisnya Lengkap

5 (100%) 1 vote[s]

6 Daur Hidup Cacing Pita dan Jenis – Jenis Cacing Pita

6 daur hidup cacing pita dan keterangannya – cacing pita merupakan salah satu spesies parasite yang terdapat dalam klasifikasi Animalia. Cacing tersebut masuk ke dalam gilum Platyhelminthes. Ciri – cirinya Platyhelminthes ialah tubuhnya yang pipih serta tidak bersegmen. Oke, pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang 6 daur hidup cacing pita dan keterangannya.

Cacing pita ini sebagian hidupnya menjadi parasite pada organisme lain, Terutama manusia serta hewan ternak. Sudah tercatat lebih dari seratus spesies dari taenia sudah dijumpai. Genus Tania ialah penyebab utama mengalami penyakit taeniasis serta sistiserkosisi dalam manusia. Sebagian besar dari kasusnya ini ada di daerah tropis serta dekat dengan peternakan.

6 Daur Hidup Cacing Pita Dan Keterangannya

Perkembangbiakan hewan cacing pita ini tidka lepas dari kuantitas disekelilingnya. Sudah dijelaskan pada pembahasan sebelumnya bahwa cacing pita ini tergolong dalam hewan parasite. Oleh sebab itu, hewan tersebut membutuhkan tubuh inang supaya bisa berkembangbiak. Daur hidup cacing pita ini pada umumnya sebagai berikut :

  1. Telur cacing lepas menuju lingkungan
    Cacing pita dewasa akan terus hidup dan berkembangbiak dalam sejumlah bagian usus halus manusia. Caranya dengan bertelur dan telurnya terjadi perkembangkian sebagai larva onchosphere sampai di uterus gravid proglottid (tubuh yang mengandung banyak telur). Gravid proglottid lalu melepaslan dari tubuh cacing pita dewasa untuk keluar dari anus.
  2. Infeksi hewan ternak
    Pada waktu telur cacing keluar dari tubuh manusia, terdapat kemungkinan cacing tersebut bisa berpindah menuju inangnya, misalnya sapid an babi.
  3. Embrio cacing menginveksi pada otot hewan ternak
    Pada waktu telur cacing pita sudah masuk dalam tubuh hewan ternak, maka larva cacing ini akan menembus usus halus serta masuk dalam sistem peredaran darah hewan tersebut. Lewat jantung, mala larva akan menyebar di bagian tubuh hewan lain misalnya jantung, hati, otot lidah serta bahu.
  4. Infeksi manusia
    Pada waktu manusia mengonsumsi daging yang masih belum matang hewan terinfeksi, maka terdapat kemungkinan manusia tersebut akan terinfeksi juga. Oleh sebab itu, seharusnya hindari daging sapi maupun babi yang masaknya setengah matang.
  5. Menempel di usus halus
    Sesudah larva cacing sudah masuk di dalam sistem pencernaan manusia, maka cacing pita ini akan menempel kuat di dinding usus halus.
  6. Larva cacing akan tumbuh sebagai ccaing dewasa. Lalu daur hidup tersebut akan mengulang kembali.
Baca Juga :  11 Hewan Paling Lambat Di Dunia "Tidak di Sangka No 2"

Jenis Cacing Pita

Cacing pita dibedakan jadi 3 jenis, diantaranya :

  1. Taenia saginata
    Jenis cacing ini kerap dikenal dengan pita sapi. Hewan ini mengganggu fungsi usus halus pada manusia. Cacing ini bisa mengakibatkan penyakit taeniasis, sementara untuk hewan mengakibatkan sistiserkosis.
    Ukurannya cacing ini tubuhnya mencapai 4-10 meter. Walaupun demikian cacing tersebut bisa tumbuh sampai 22 meter. Cacing ini adalah cacing terbesar dalam genus taenia.
  2. Taenia solium
    Taenia solium pun dikenal dengan cacing pita babgi. Mengapa deminian, sebab kadang menginfeksi babi. Cacing pita babi ini bisa juga mencapai ukuran 8 meter. Strobili tersusun dari sejumlah segmen dengan banyak 700 – 1000 buah. Di dalam setiao segmen terdapat kurang lebih 50.000 telur cacing.
    Seperti dengan namanua ini, inang kedua sesudah manusia ialah babi. Babi tergolong hewan omnivore yang sagat rakus. Babi pun hidupnya diarea yang kotor. Sehingga wajar jika babi ini sebagai salah astau hewan yang sangat mudah diinfeksi oleh cacing pita. Pada waku terinveksi ini, larva di dalam tubuh manusia bisa dijumpai dalam bentuk yang berbeda pula.
  3. Taenia asiatica
    Taenia asiatica ini adalah satu diantara 3 jenis cacig pita yang sifatnya parasite kepada manusia. Cacing ini baru ditemukan di awal 1980an, cacing tersebut mempunyai banyak kemiripan dengan cacing pita pada sapi. Walaupun demikian inang pada cacing tersbeut ialah babi dan manusia. Penyebarannya cacing tersebut berada di asia timur.
    Pada awalnya dulu cacing ini ada sebab dikonsumsi dagingnya. Akan tetapi dijumpai bahwa sapi jarang untuk dikonsumsi di kawasan tersebut. Oleh sebab itu, diputuskan bahwa jenis tersbeut bukan termasuk cacing pita sapi. Warna dari tubuhnya putih kekuningan dengan panjangnya sekiyar 3,5 meter. Kepalanya dilengkapi dengan empat penghisap. Strobili serta kepalanya dikaitkan dengan leher yang pendek. Lebar dari tubuhnya kurang lebih sebesar 1 cm.
Baca Juga :  5 Kerugian Mollusca Bagi Kehidupan Manusia dan Contohnya Terlengkap

Penyebaran Cacing Pita Melalui Beberapa Hal Berikut

Ketiga jenis cacing pita tersebut yang sering dikenal masyarakat. Penyebaran telur maupun larva dari cacing pita bisa melewati :

  • Memakan makanan dan juga minuman yang layak
    Pada dearah perang maupun bencana, maka tingkat higienitas menjadi turun. Kemungkinan ada suatu hal bahwa telur cacing bisa masuk melalui makanan yang sudah tercemar.
  • Memakan makanan yang dimasak masih mentah atau kurang matang
    Hewan yang sudah terinfeksi ini cacing yang bisa sebagai sumber penyebaran larva cacing. Jadi, lebih baik bila daging sapi maupun babi ini di masak hingga matang guna menghindari hal hal tersebut.

Langkah Untuk Mengurangi Penyebaran Cacing Pita

Sementara hal yang bisa dilakukan guna mengurangi penyebaran pada cacing pita diantaranya :

  • Menjaga kebersihan semua alat makan
  • Membiasakan diri dengan cuci tangan sebelum makan
  • Menghindari memakan makanan dengan olahan daging yang masih belum matang
  • Tidak menempatkan peternakan babi maupun sapi yang dekat dengan rumah

Demikianlah ulasan dari 6 daur hidup cacing pita dan keterangannya. Daur hidupnya cacing pita ini tak lepas dari wilayah sekelilingnya, yakni termasuk hewan parasite. Semoga menambah wawasannya. Terima kasih.

Baca juga:

/* */