10 Ciri Makhluk Hidup : Manusia, Tumbuhan dan Hewan Serta Karakteristik Habitatnya

Posted on

Ciri Ciri Makhluk Hidup Manusia, Tumbuhan dan Hewan

Ciri-ciri Makhluk Hidup – Makhluk hidup merupakan makhluk yang mempunyai ciri-ciri kehidupan yaitu bergerak, bernapas, dan berkembang biak. Makhluk hidup juga termasuk benda hidup yang memiliki ciri-ciri yang tidak sama beserta benda tak hidup. Aktivitas yang berlangsung dalam tubuh makhluk hidup prosedurnya tak dapat dilihat secara langsung, akan tetapi menurut ciri-ciri yang ada padanya.

Makhluk hidup mempunyai bermacam-macam ciri, diantaranya: bergerak, bernapas, makan, tumbuh, peka terhadap rangsangan, dan bisa berkembang biak. Disamping itu, yang membuat beda dari ciri-ciri makhluk hidup dengan yang tidak hidup ialah dapat mengeluarkan zat sisa.

Makhluk hidup di bumi ini begitu beragam. Keberagaman makhluk hidup itu yang membuat beberapa ilmuan penasaran ingin terus menggali dan mempelajari makhluk hidup secara lebih dalam yaitu dengan membuat sebuah sistem yang lazim dinamakan klasifikasi. Klasifikasi tersebut mempunyai tujuan agar mempermudah beberapa ilmuan memilah-milah perbedaan dan persamaan yang ada pada makhluk hidup satu dengan yang lain. Perbedaan beserta persaamaan tersebut mencakup perbedaan dan persamaan dari segi morfologi, fisiologi, anatomi, maupun tingkah laku. Keberagaman makhluk tersebut tersebut mencakup beberapa keragaman bentuk, jumlah, sifat, dan penampilan yang dapat dilihat dari segi tahapan persekutuan makhluk hidup atau tingkatan, yaitu tingkatan biasa disebut tingkatan ekosistem, tingkatan genetik, tingkatan jenis.

A. Ciri-ciri Makhluk Hidup

Aktivitas yang ada dalam tubuh makhluk hidup prosedurnya tidak bisa kita amati secara langsung, akan tetapi menurut ciri-ciri yang dipunyai. Makhluk hidup mempunyai bermacam-macam ciri, diantaranya napas, gerak, makan, tumbuh, peka terhadap rangsang atau Iritabilitas, dan bisa berkembang biak.

1. Bernapas

Seluruh makhluk hidup melangsungkan pernapasan. Bernapas ialah suatu proses menghirup udara (O2) dari luar kemudian mengeluarkan udara (CO2) pada dalam tubuh. Oksigen (O2) begitu penting untuk makhluk hidup sebagai pembakaran makanan pada tubuh dan membuahkan energi yang dibutuhkan tubuh atau dinamakan oksidasi tubuh. Energi tersebut dimanfaatkan tubuh untuk bergerak beserta melakukan aktivitas. Tahapan pernapasan makhluk hidup tidak sama, melihat pada kawasannya hidup beserta jenisnya. Makhluk hidup yang didarat mempunyai bentuk pernapasan yang tidak sama dengan makhluk hidup yang ada di air. Pernapasan burung tidak sama dengan amfibi.

Baca Juga :   Vitamin K : Pengertian, Cara Kerja, Fungsi dan Dampak Kekurangannya

Manusia beserta hewan yang hidup di daratan lazimnya bernapas menggunakan paru-paru. Oksigen diperoleh dari udara lewat hidung. Bagi makhluk hidup yang ada di air, misalnya ikan bernapas menggunakan insang. Makhluk hidup yang ada di air memakai oksigen yang sudah terlarut dalam air sebagai bernapas. Lalu bagaimana kalau tumbuhan, akankah tumbuhan juga bernapas ? Tumbuhan pun bernapas. Tumbuhan mengambil oksigen lewat stomata atau biasa disebut mulut daun, beserta lentisel atau lubang-lubang yang terdapat di batang tumbuhan.

2. Bergerak

Bergerak termasuk dalam ciri makhluk hidup. Gerak yang ada pada manusia beserta hewan nyata dapat terlihat. Kita bisa berjalan, lari, beserta menggerakkan tangan. Begitu pula sama hewan bisa lari, terbang, dan lain-lain. Agar dapat melaksanakan gerakan tersebut, manusia beserta hewan ditopang dengan alat gerak. Yang terdapat pada manusia contohnya kaki beserta tangan. Adapun yang terdapat pada hewan contohnya kaki, sayap, silia, sirip dan lain-lain.
Selain manusia beserta hewan, tumbuhanpun melakukan gerakan, akan tetapi gerakan tersebut tidak gampang dilihat. Misalnya gerakan yang ada di tumbuhan ialah menangkupnya oleh daun putri malu apabila dipegang, serat tumbuhan yang menjalar di tempat yang banyak air, condongnya batang tumbuhan menghadap sinar matahari.

3. Makan

Semua makhluk hidup memerlukan makanan. Makanan yang dikonsumsi sebaiknya memiliki zat-zat makanan yang diperlukan pada tubuh. Misalnya, vitamin, lemak, karbohidrat, mineral, dan protein. Karbohidrat begitu dibutuhkan tubuh buat menghasilkan energi. Zat makanan ini ada pada ubi-ubian yaitu singkong, ketela, dan kentang. Disamping itu, ada pada biji-bijian, contohnya jagung, tepung terigu, gandum, dan beras. Lemak mempunyai manfaat untuk cadangan makanan oleh tubuh. Lemak mempunyai kalori paling banyak daripada zat makanan yang lain. Zat makanan tersebut ada pada susu beserta mentega.

4. Tumbuh

Makhluk hidup menjalani pertumbuhan beserta perkembangan. Misalnya, jika kalian menanam biji ia dapat tumbuh sebagai kecambah, lalu sebagai tanaman kecil. Kemudian apabila tanaman tersebut kalian curah air setiap hari ia akan tumbuh sebagai tanaman yang besar.

Baca Juga :   Sistem Pernafasan pada Manusia : Pengertian, Jenis dan Fungsinya Lengkap

5. Iritabilitas atau Peka Terhadap Rangsangan

Iritabilitas merupakan salah satu ciri makhluk hidup. Makhluk hidup mampu memberikan tanggapan atau respon terhadap rangsangan atau bisa disebut iritabilitas. Hewan mempunyai komposisi saraf guna merespon adanya rangsangan, tetapi tidak dengan tumbuhan. Rangsangan biasa dikarenakan oleh faktor dari luar tubuh. Misalnya, mata kita otomatis mengedip jika melihat cahaya begitu silau. Contoh tanggapan rangsangan yang biasa diterima hewan ialah telinga anjing berdiri apabila mendengar suara yang tidak biasa (asing), dan sejumlah rusa hendak berlari apabila terdapat pemangsa mengintai.

6. Berkembang biak

Berkembang biak termasuk kebiasaan makhluk hidup guna menambah keturunan. Harapan makhluk hidup berkembang biak ialah guna melestarikan keturunan. Cara berkembang biaknya dibagi 2 yaitu perkembangan melalui vegetatif (tidak kawin) yang satunya generatif (kawin). Pada hewan tingkat tinggi lazimnya perkembangbiakkan dilakukan melalui generatif. Kemudian pada hewan tingkat yang bawah perkembangbiakkan wajarnya dilakukan melalui vegetatif.

7. Mengeluarkan zat-zat sisa

Untuk ciri yang selanjutnya adalah setiap makhluk hidup pasti mengeluarkan zat – zat sisa atau umumnya juga disebut dengan ekskresi. Bisa di bilang proses ekseresi ini sangatlah penting bagi setiap makhluk hidup, karena seperti yang kita tahu bahwa zat sisa mempunyai sifat racun, jadi jika tidak di keluarkan dapat mengganggu sistem kerja tubuh.

Seperti yang telah kita bahas pada artikel sebelumnya bahwasanya organ eksresi pada manusia di antaranya terdiri dari paru-paru, kulit, ginjal dan anus. Pada paru paru zat sisa tersebut berupa gas karbondioksida dan uap air. Sedangkan pada kulit mengeluarkan zat sisa berupa keringat yang terdiri dari kandungan air, urea serta garam.

Sedangkan sistem eksresi pada hewan bisa di bilang hampir sama dengan proses yang di alami manusia. Lalu pada tumbuhan untuk proses eksresinya di lakukan hanya pada bagian stomata dan lentisel.

8. Membutuhkan makanan & nutrisi

Oke, Lanjut pada ciri Makhluk Hidup yang ke delapan yakni setiap makhluk hidup tentunya perlu makan dan kebutuhan  nutrisi. misalnya saja pada manusia mengkonsumsi berbagai makanan yang memiliki berbagai kandungan nutrisi yang di perlukan tubuh. Fungsi lain dari nutrisi adalah sebagai tambahan energi dalam menunjang aktivitas setiap hari.

Baca Juga :   9 Makanan Untuk Meningkatkan Metabolisme Tubuh dan Penjelasannya

Untuk mendapatkan makanan, makhluk hidup terbagi menjadi dua macam yakni autotrof dan heterotrof. Untuk makhluk hidup jenis autotrof bisa menghasilkan makanan sendiri contohnya adalah tumbuhan yaitu dengan melakukan fotosintesis dalam membuat makanannya sendiri.

Kemudian untuk jenis heterotrof tentunya tidak bisa membuat makananya sendiri. Contoh dari makhluk hidup jenis heterotrof di antaranya seperti manusia dan hewan. Untuk mendapatkan makanan baik itu manusia atau hewan adalah bergantung dari makhluk hidup lainnya.

9. Melakukan metabolisme

Lanjut ke nomor 9, ciri – ciri lain dari makhluk hidup adalah proses metabolisme, hal ini berlaku untuk tumbuhan, hewan dan manusia. Metabolisme sendiri dapat diartikan secara umum ialah suatu proses kmia yang terjadi dalam setiap makhluk hidup.

Dalam sel tubuh makhluk hidup proses metabolisme terjadi, aktifitasnya adalah berupa transformasi energi diantaranya glukosa, asam amino serta asam lemak yang kemudian di ubah menjadi sumber energi dalam mendukung berbagai kegiatan sehari – hari.

Untuk kegiatan metabolisme ini terbagi menjadi 2 bagian yakni katabolisme dan anabolisme. Pengertian dari proses katabolisme adalah Proses penguraian suatu zat menjadi partikel yang lebih kecil, sedangkan pengertian dari proses anabolisme adalah proses penyusunan senyawa tertentu.

10. Adaptasi

Yang terakhir untuk ciri – ciri makhluk hidup adalah adaptasi/menyesuaikan diri terhadap lingkungannya. Adaptasi sendiri jika di artikan secara luas ialah kemampuan makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan agar mampu bertahan hidup di habitatnya. Ada 3 jenis yang membedakan dari Adaptasi makhluk hidup di antaranya adalah adaptasi morfologi, fisiologi, dan tingkah laku.

Adaptasi morfologi dapat di artikan sebagai kemampuan menyesuaikan diri dengan bagian tubuh sesuai kebutuhan hidupnya. Misalnya burung yang memiliki paruh sesuai jenis makanan atau beruang kutub yang memiliki bulu tebal untuk hidup di suhu dingin.

Sedangkan untuk adaptasi fisiologi sendiri memiliki arti kemampuan adaptasi terhadap perbedaan fungsi bagian tubuh karena lingkungan. misalnya saja pada kulit manusia di daerah tropis yang cenderung lebih berminyak.

Lalu adaptasi yang ke-tiga adalah adaptasi tingkah laku yakni kemampuan menyesuaikan tingkah laku terhadap lingkungan.

Demikian penjelasan tentang ciri-ciri makhluk hidup, penting kita ketahui bahwasannya aktivitas atau proses yang terjadi pada tubuh makhluk hidup tahapannya tidak bisa diamati secara terbuka, akan tetapi bisa kita kenali berdasarkan ciri-ciri yang dimiliki, oleh karenanya penjelasan ini bisa menambah wawasan kita untuk mengetahui lebih dalam tentang ciri-ciri makhluk hidup.

Baca juga: