6 Cara Memelihara Belut Yang Baik Dan Benar

5 (100%) 1 vote[s]

6 Cara Memelihara Belut Yang Baik Dan Benar

6 cara memelihara belut yang baik dan benar – belut merupakan jenis ikan mirip ular. Harga belut pun lumayan mahal, sebab cara perolehannya ini sulit dan jarang petani memeliharanya. Sebenarnya cara pemeliharaan belut tak sulit. Berikut ini akan kami bahas seputar 6 cara memelihara belut yang baik dan benar.

6 Cara Memelihara Belut Yang Baik Dan Benar

Cara memelihara belut

Cara budidaya belut lewat sejumlah tahap, yakni tahap pembuatan kolam, pemilihan bibit, pembesaran belut, yang mencakup pengetahuan tentang cara pemeliharaan, perlakuan, pemberian pakan, perlakuan serta pencegahan serta penanganan hama serta penyakit ikan dan pemangsa alaminya.

1. Persiapan wadah budidaya

Di dalam persiapan wadah budidaya hal yang perlu diperhatikan ialah pemilihan wadah pemeliharaan serta media tempat pembesaran belut. Wadah serta media pemeliharaan paling menentukan apakah belut bisa berkembang sesuai harapan maupun tidak.
Berikut ini tahapan penyusunan medianya :

  • Peletakkan media dengan urut dari bagian yang paling besar yakni jerami dengan ketebalan 50 cm yang lalu disirami menggunakan mikroorganisme starter.
  • Sesudah itu, diatasnya silahkan diberikan pupuk kompos dengan ketebalan 5 cm, kemudian yang terakhir yaitu lumpur kering dengan ketebalan 25 cm yang memang sebelumnya telah bercampurkan dengan 5 kg TSP.
  • Berilah air dengan ketinggian kurang lebih 15 cm dari permukaan media.
  • Media yang telah disusun tersebut lantas difermentasikan menggunakan cara pendiaman selama 2 minggu. Fermentasi dimasukkan guna menumbuhkan mikroorganisme berbentuk jenis plankton serta jasad renik yang nantinya akan jadi pakan alami untuk belut.
  • Sesudah dua inggu terjadi proses fermentasi, maka airilah menggunakan air bersih guna membuang racun.
  • Sesudah empat hari, maka genangi media menggunakan air bersih dengan ketinggian 6 cm serta berilah sedikit eceng gondok menjadi tempat belut berlindung serta bersembunyi.
  • Bibit belut sudah siap untuk ditebar.
  • Berikut ini merupakan persiapan – persiapan yang perlu kalian perhatikan bila kalian ingin memelihara belut. Hasil pemeliharaan pun bergantung dengan proses kalian menyiapkan wadah dari budidaya bagi belut kalian. Bila kalian ingin berhasil maka dalam memelihara belut pun bisa kalian ikuti dengan seperti yang sudah kami sebutkan ini.
Baca Juga :  Konsep Fundamental Fisiologi Hewan : Pengertian, Jenis, Adaptasi, Komposisi dan Fisiologi

2. Pemilihan bibit

Pemilihan bibit yang baik ini akan menentukan kualitas dari belut yang dihasilkan nantinya. Bibit belut dapat didapatkan baik hasil tangkapan maupun dari pembibit serta tentunya menggunakan kekurangan atau kelebihan masing masingnya. Secara umum belut dair hasil tangkapan yang mempunyai rasa lebih gurih jadi harganya pun lebih mahal, akan tetapi ukuran dari bibit ini tak seragam, kontinuitasya tak stabil dan mungkin terjadi trauma ketika menangkap. Dan yang pasti akan mempengaruhi perkembangannya. Sementara untuk bibit dari hasil budata pembibit mempunyai ukuran seragam, kontinuitasnya terjamin serta tersedia dalam besar jumlahnya dan hasilnya pun seragam. Kelemahannya ini rasanya tak begitu gurih namun harganya lebih murah.
Pemilihan bibit baik dari hasil tangkapan dan budidaya di pembibit perlu memenuhi kriteria berikut ini :

  • Bibit belut lincah, agresif dan gesit
  • Ukuran bibit belut seragam
  • Sehat
  • Tubuh mulus, tak cacat, tak luka maupun tergores
  • Ukurannya antara 10 hingga 12 cm
  • Umur antara 2 hingga 4 bulan
  • Ketika dipegang tubuhnya ini keras dan tidak lemas
    Pemilihan bibit ialah hal penting yang perlu kalian perhatikan, kalian jangan salah di dalam memilih biit guna bisnis kalian. Bila kalian salah dalam memilih bibit ini maka kalian akan terjadi kegagalan di dalam memelihara belut.

3. Penebaran bibit dan pembesaran

Kepadatan dari tebar bibit belut ini lumayan tinggi yakni 50 hingga 100 ekor per meter perseginya, nah ini untuk bibit yang ukurannya 10 hingga 12 cm. untuk menghindari stress, maka tebar bibit belut di sore hari. Untuk bibit belut yang diperoleh dari hasil tangkapan, seharusnya dimasukkan saja ke dalam kolam yang ada isinya air mengalir jernih selama 2 hari. Untuk mengembalikan kebugaran tubuh dari bibit belut maka berikan kocokan telur untuk sumber proteinnya.

Baca Juga :  6 Pengelompokan Hewan Beserta Contohnya lengkap

4. Pemberian pakan

Bila perkembangan belut kalian kurang baik maka pakannya mungkin belum tepat. Untuk menambah selera makan maka tambahkan nafsu makan belut menggunakan air rebusan temulawak.
Kebutuhan harian belut yakni totalnya berat 5kg berikut ini :

  • 0-1 bulan = 0,25
  • 1-2 bulan = 0,5 kg
  • 2-3 bulan = 1,5 lg
  • 3-4 bulan = 2 kg

5. Hama dan penyakit ikan

Agar hasil pembesaran dari belut ikan sesuai yang kita harapkan maka harus kita tau pula hama serta penyakit yang kadang menyerang belut serta bagaimana mengatasinya. Secara umum yang menyerang belut ini ialah bebek dan belibis. Oleh karenanya cara mengatasi hal ini dengan merawat kolam drum secara baik. Selain burung pula kucing dan katak yang keliaran.

6. Pemanenan

Waktu panen ini kurang lebih usia 3-6 bulan dari permintaan pasar. Ada 2 cara pemanenan yakni sebagian dan total. Panen total dijalankan bila belut yang dihasilkan seragam sebab tebarnya benih mempunyai ukuran seragam. Sementara panen sebagian ukurannya kecil sampai ukurannya mencapai yang diharapkan.

Begitulah sekilas pembahasan mengenai 6 cara memelihara belut yang baik dan benar. Dengan kalian memahami tentang cara memelihara belut secara tepat maka kita akan memperoleh hasil yang kita harapkan. Pangsa pasar belut ini masih terbuka lebar untuk dijadikan budidaya belut sebagai peluang bisnis yang lumayan menjanjikan. Terima kasih.

Baca juga: