3 Proses Penyembuhan Luka (Inflamasi, Proliferasi dan Penyudahan) Beserta Penjelasannya Lengkap

5 (100%) 1 vote

Proses atau Fase Penyembuhan Luka Dan Penjelasannya

3 Proses penyembuhan luka dan penjelasannya – setiap orang pasti perna mengalami luka, entah berupa luka ringan sampai luka berat. Istilah luka ini awam bagi semua orang. Di dalam dunia kesehatan, luka merupakan rusaknya pada jaringan tubuh di bagian tertentu. Luka dapat menyebabkan jaringan kita menjadi mati dan rusak.

Tuhan menciptakan manusia yang dilengkapi dengan berbagai kesempurnaan. Luka yang ada di dalam tubuh makhluk hidup bisa mengalami penyembuhan dengan alami dan pastinya dengan berbagai pengaruh dari dalam misalnya seperti kondisi kesehatan serta psikis. Selain itu, ada juga yang dari luar seperti obat-obatan serta gizi yang masuk. Pada kesempatan kali ini akan diulas 3 proses penyembuhan luka dan penjelasannya.

1. Fase inflamasi

Pada saat mengalami luka, maka pembuluh darah di bagian yang terluka itu akan terputus dan terjadilah pendarahan. Cara menghentikan pendarahan ini, bagian ujung pembuluh darah yang terluka mengkerut dan saling lengket diantara satu dengan yang lainnya jadi membentuk seperti jala. Dan trombosit membentuk gumpalan/ bekuan darah menjadi penyumbat sebagai upaya menghentikan perdarahan.

Sel-sel di dalam jaringan ikat menghasilkan hormone pula yang terdapat dalam sistem hormone manusia sehingga menyebabkan menumpuknya cairan di bagian itu dan mengalami inflamasi dan memicu reaksi radang yang jelas di bagian yang terluka itu berbentuk warna kemerahan, timbul nyeri, suhu menghangat dan bengkak.

Komponen darah leukosit atau sel darah putih menembus pembuluh darah ke daerah yang luka. Limfosit dan monosit lalu muncul serta menghancurkan kotoran beserta bakteri yang ada di bagian lukan. Pada proses tersebut yang dominan ialah sel darah leukosit daripada sel darah merah bila dilihat dari proses awal hingga akhir.

Baca Juga :  Tulang Kepala Belakang : Pengertian, Bagian - Bagian, Struktur dan Fungsinya Lengkap

2. Fase proliferasi

Berlangsung di akhir fase inflamasi, di masa sekarang ini akan timbul sebuah kolagen serat yang sifatnua dapat mempertautkan tepi luka. Serat tersebut dibentuk serta dihancurkan kembali guna menyesuaikan diri di tegangan luka yang lebih cenderung mengkerut, sifat inilah yang menyebabkan tarikan tepi luka.

Kekuatan regangan luka bisa mencapai 25% jaringan normal. Kekuatan serta kolagen tersebut akan bertambah terus menerus sehingga membentuk jaringan yang warnanya kemerahan dan sedikit ada benjolan halus di bagian permukaannya. Sel basal terlepas pada dasarnya dan akan pindah lokasi untuk mengisi luka jadi daerah ini yang akan diisi sel baru.

3. Fase penyudahan

Untuk fase ini, mengalami proses pematangan. Terjadi sebuah penyerapan kembali pada jaringan yang berlebihan, pengerutan serta akhirnya timbul penyerupaan jaringan di daerah terluka. Lamanya fase tersebut bergantung dari tingkat lukanya, sedang, ringan atau malah berat serta dinyatakan berakhir bila radang sudah hilang dan seluruh luka (nyeri, bengkak dll) tersebut sudah hilang.

Tubuh dengan alami akan berupaya mengembalikan seluruhnya menjadi normal saat proses penyembuhan luka. Cairan yang berlebih dan juga sel radang akan diserap, sel muda pula menjadi matang serta kelebihan kolagen pun akan diserap.

Di masa ini muncul jaringan parut yang tipis, pucat dan mudah digerakkan dari dasar. Nampak sebuah kerutan maksimal dalam luka. Perupaan pada kulit dapat menahan regangan sekitar 80% pada kemampuan kulit normal. Di masa kini jaringan baru bisa membentuk jaringan pembuluh yang kuat serta lukanya akan sembuh.

Pada saat ketiga proses diatas sudah terlewati, maka luka bisa dikatakan sembuh bila lapisan kulit serta kekuatan jaringan kulit telah mempunyai kemampuan sempurna/ tidak menggaggu pada aktivitas normal jadi sistem ekskresi di kulit dapat berjalan sebagaimana semestinya. Penyembuhan luka tidak secara langsung terjadi sama bagi tiap pasien. Hal ini bergantung dengan masing-masing kondisi biologis mereka.

Baca Juga :  Sistem Saraf Tak Sadar (Otonom): Pengertian, Macam, dan Fungsinya Terlengkap

Kondisi Kondisi Tertentu Yang Mengakibatkan Luka Sulit Sembuh

Ada sejumlah kondisi yang mengakibatkan luka menjadi sulit sembuh, diantaranya :

  1. Pendarahan
    Pendarahan membuat luka ini sulit menutup, maka sulit untuk sembuh.
  2. Benda asing
    Benda asing ini termasuk jaringan kulit mati yang dapat menghambat proses penyembuhan luka.
  3. Gesekan
    Gesekan pada luka baju dapat memperparah kondisinya.
  4. Usia
    Luka akan cenderung lebih lama untuk sembuh pada orang yang berusia lanjut.
  5. Kekurangan nutrisi
    Kekurangan nutrisi ini seperti vitamin C, zat besi, protein dan bisa menghambat proses penyembuhan pada luka.
  6. Merokok
    Penelitikan menunjukkan bahwa dalam proses penyembuhan pada luka perokok ini jauh lebih lama serta tidak sempurna bila dibandingkan dengan orang yang tidak merokok. Hal tersebut diduga berhubungan dengan efek dari merokok yang bisa menggangu kinerja sel darah putih serta menggangu aliran darah maupun tingginya dari kadar racun dalam darah.
  7. Stress
    Stress fisik ataupun psikologis telah terbukti bisa mempengaruhi pada terhambatnya dari proses penyembuhan luka. Hal tersebut diduga berhubungan dengan efek stress pada rendahnya jumlah oksigen di dalam darah dan menyebabkan lamanya proses penyembuhan luka.
  8. Pengobatan
    Luka pada penderita yang sedang menjalani prosedur cuci darah, pengobatan menggunakan kortikosteroid, kemoterapi maupun obat pengencer darah akan cenderung lebih sulit saat proses penyembuhannya.
  9. Penyakit
    Proses penyembuhan pada luka paling dipengaruhi oleh aliran darah serta peran sel darah putih menjadi bagian dari sistem pertahanan daya tubuh. penyekit yang hubungannya dengan darah ialah pembuluh darah dan anemia.

Demikianlah 3 Proses penyembuhan luka dan penjelasannya yang dapat kami paparkan di kesempatan kali ini. Simpulan yang bisa diambil bahwa proses penyembuhan luka tidak berlangsung sama bagi tiap pasien, yakni bergantung dengan masing-masing kondisi biologis mereka. Semoga bisa dipahami oleh kalian semua dan memberikan manfaat bagi pembacanya. Terima kasih.

Baca Juga :  6 Kelainan Kulit Pada Manusia dan Cara Mengatasinya Lengkap

Baca juga:

/* */