19 Penyakit Pada Sistem Reproduksi Pria beserta Penjelasannya Lengkap

5 (100%) 1 vote

19 Penyakit Pada Sistem Reproduksi Pria

Gangguan pada sistem reproduksi pria – Selama ini orang lebih mengenal impotensi sebagai penyakit pada reproduksi pria, nyatanya masih banyak penyakit lainnya yang belum diketahui. Dalam hal ini jangan meremehkan gejala-gejala kecil, misalnya seperti rasa sakit yang dialami pada testis ketika berhubungan seksual ataupun ketika buang air kecil. Beberapa kondisi ini menyebabkan sebuah tanda dari adanya penyakit pada sistem reproduksi pria. Berikut ini sejumlah Gangguan pada sistem reproduksi pria yang perlu kamu ketahui.

1. Hipogonadisme

Hipogonadisme ialah penurunan fungsi testis yang diakibatkan oleh gangguan interaksi hormon, misal hormon androgen & testoteron. Gangguan ini mengakibatkan infertilitas, impotensi dan tanda-tanda tidak adanya kepriaan. Penanganan ini bisa dilakukan dengan cara terapi hormon.

2. Kriptorkidisme

Kriptorkidisme ialah gagalnya salah satu dari kedua testis untuk turun dari rongga abdomen menuju dalam skrotum di waktu bayi. Hal tersebut bisa ditangani dengan memberikan hormon human chorionic gonadotropin guna merangsang terstoteron. Apabila belum turun, maka bisa dilakukan dengan pembedahan.

3. Uretritis

Uretritis ialah peradangan pada uretra dengan gejala rasa gatal dibagian penis dan seringnya buang air kecil. Organisme yang banyak menyebabkan uretritis ialah Ureplasma urealyticum (virus herpes) dan Chlamydia trachomatis.

Baca Juga :  Indera Penciuman Pada Manusia : Pengertian, Bagian - Bagian dan Fungsinya Lengkap

4. Prostatitis

Prostatitis ialah peradangan prostat. Penyakit ini diakibatkan oleh bakteri seperti Escherichia coli ataupun bukan bakteri.

5. Epididimitis

Epididimitis ialah infeksi yang paling sering terjadi di bagian saluran reproduksi pria. Organisme dari penyebab epididimitis ialah E. coli dan Chlamydia.

6. Orkitis

Orkitis ialah peradangan di bagian testis penyebab dari virus parotitis. Jika hal ini terjadi pada pria dewasa maka dapat menyebabkan infertilitas.

7. Anorkidisme

Anorkidisme ialah penyakit dimana bagian testis hanya berjumlah satu ataupun tidak ada sama sekali.

8. Hyperthropic Prostat

Hyperthropic prostat ialah pembesaran di bagian kelenjar prostat yang terkadang terjadi pada usia-usia sekitar 50 tahun keatas. Penyebabnya penyakit ini belum jelas diketahui.

9. Hernia Inguinalis

Hernia adalah protusi atau penonjolan isi rongga melewati defek atau bagian lemah dari dinding rongga yang berkaitan.

10. Kanker Prostat

Gejala kanker prostat hampir mirip dengan penyakit hyperthropic prostat. Yakni menyebakan kematian pada pria di usia lanjut.

11. Kanker Testis

Kanker testis ialah pertumbuhan beberapa sel ganas di dalam buah zakar atau testis, yang dapat menyebabkan testis menjadi besar sehingga menyebabkan adanya sebuah benjolan di dalam skrotum (kantung zakar).

12. Impotensi

Impotensi adalah ketidakmampuan ereksi maupun mempertahankan ereksi bagian penis pada saat melakukan hubungan kelamin yang normal.

13. Infertilitas (kemandulan)

Yaitu ketidakmampuan untuk menghasilkan keturunan. Infertilitas ini bisa disebabkan oleh faktor dari pihak pria ataupun pihak wanita. Pada pria infertilitas diartikan sebagai ketidakmampuan mengfertilisasi ovum. Hal ini bisa disebabkan oleh Gangguan spermatogenesis, yakni misalnya karena testis terkena sebuah sinar radio aktif, lalu terkena racun, infeksi, ataupun gangguan hormone, tersumbatnya saluran sperma serta jumlah sperma yang disalurkan ini terlalu sedikit.

Baca Juga :  Mengenal Bagian Sel : Pengertian, Definisi dan Fungsinya Terlengkap

14. Gynecomastia

Penyakit ini disebabkan dengan pembesaran abnormal payudaranya pada pria. Penyakit semacam ini terjadi karena ketidakseimbangan pada hormon. Sesudah hormone androgen seorang laki – laki mengambil alih selama masa pubertas lalu perkembangan payudara ini akan berhenti. Terkadang, hanya satu Ginekomastia yang menimpa bagian payudara ini.

15. Hidrokel

Penyakit ini berawal dengan tanda penumpukan cairan di area sekitar testis. Hal ini terkadang dilaporkan terjadi oleh pria yang berusia sekitar 40an lebih. penyebabnya penyakit Hidrokel ialah cidera fisik secara langsung di bagian testis ataupun bisa menjadi gangguan internal. Hal ini menjadi kondisi asimtomatik dan bila tidak segera diobati bisa mengakibatkan tumor testis.

16. Priapisme

Gangguan ini dimulai pada ereksi yang disertai rasa sakit. Dalam keadaan ini, bagian yang membesar akan menjadi lembut dan terasa menyakitkan serta menimbulkan rasa nyeri yang konstan selama ereksi. Walaupun individu mungkin sedang mengalami sensasi yang sangat menyenangkan untuk beberapa waktu, kemungkinan rasa sakit tersebut akan muncul lagi.

17. Gangguan Prostat

Hal ini dimulai pada kelenjar prostat, yakni adalah kelenjar fungsional utama pada pria. Setiap kelainan ataupun disfungsi dalam kelenjar inilah sehingga menyebabkan adanya penyakit dan gangguan. Jenis penyakit ini khususnya menyerang pria di usia 60-an dan 70-an.

18. Sipilis

Spilis ini adalah infeksi pada bakteri menular secara seksual. Penyakit ini mulai muncul sebagai rasa sakit karna luka pada alat kelamin, bagian tubuh lain, maupun mulut. Hal ini bisa mengakibatkan komplikasi yang serius jika tidak segera diobati, misalnya seperti sebagai kejang, demensia, dan juga kebutaan.

19. Torsi testis

Dalam skrotum, testis terlindungi oleh struktur yang dikenal sebagai korda sistematika. Dalam kasus ini korda ini akan berputar dan menghentikan suplai bagian darah menuju ke buah zakar. Gejala torsi pada buah zakar tergolong rasa nyeri yang sangat luar biasa dan secara mendadak, pembesaran yang terkena di bagian buah, rasa nyeri, dan disertai bengkak. Gangguan ini yang paling sering terjadi pada laki – laki yang berusia 12-18 tahun akibat dari cedera pada buah zakar ataupun aktivitas yang berat, akan tetapi hal ini biasanya juga dapat terjadi dengan tanpa alasan yang jelas.

Baca Juga :  Fungsi Enzim Renin Pada Tubuh Manusia

Dengan pemaparan artikel tentang gangguan sistem reproduksi pria ini, diharapkan kita menjadi lebih waspada akan pentingnya menjaga kesehatan serta pola hidup yang baik termasuk juga kesehatan dan kebersihan di bagian organ reproduksi kita.

Baca juga:

/* */