15 Jenis – Jenis Terumbu Karang di Indonesia Terlengkap

5 (100%) 1 vote

Pengertian dan Jenis0- Jenis Terumbu Karang di Indonesia

Jenis – jenis terumbu karang di Indonesia – terumbu karang/ coral reef merupakan sekumpulan karang penghasil kapur yang bersimbiosis dengan zooxanthellae, yakni organisme uniseluler yang bisa melakukan proses fotosintesis. Walaupun sejumlah karang ada yang berbentuk mirip tumbuhan kingdom plantae, tapi karang pada klasifikasi makhluk hidup merupakan golongan kingdom animalia. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan ke 15 jenis jenis terumbu karang di Indonesia.

Jenis Terumbu Karang

Ada banyak sekali jenis terumbu karang yang ada sekarang ini. Secara umum, terumbu karang dibedakan menurut kemampuan produksi kapur, letak, bentuk, dan juga zonasi.

Berdasarkan Kemampuan Produksi Kapur

Terumbu karang memang dikenal mampu menghasilkan zat kapur. Tetapi, ada pula terumbu karang yang tak mampu menghasilkan kapur. Jadi, menurut kemampuannya memproduksi zat kapur ataupun tidak, maka terumbu karang dibedakan beberapa jenis diantaranya:

Hermafitik

Jenis terumbu karang ini bisa menghasilkan zat kapur. Jenis ini juga bersimbiosis dengan tipe zooxanthellae. Sementara itu, zooxanthellae akan berfotosintesis dan menghasilkan oksigen serta senyawa organik bagi terumbu karang. Namun sebaliknya, pada terumbu karang akan menghasilkan fosfat, karbondioksida, nitrat, bagi zooxanthellae serta zat kapur untuk hasil sampingnya. Jenis terumbu karang ini disebut dengan karang keras karena menghasilkan kapur.

Baca Juga :  Hama dan Penyakit Pada Tumbuhan : Pengertian, Jenis dan Contoh Serta Cara Mengatasinya Paling Ampuh

Ahermafitik

Merupakan terumbu karang yang tak menghasilkan zat kapur jadi disebut juga dengan karang lunak. Adapun persebarannya terdapat di sepanjang pantai dan tempatnya cukup banyak terkena paparan sinar matahari.

Berdasarkan Bentuknya

Menurut bentuknya, macam macam terumbu karang dapat dibedakan menjadi beberapa jenis diantaranya:

Karang (Coral)

Yakni salah satu tipe biota laut yang berasal dari ordo Scleractina. Nah, jenis karang inilah yang merupakan penghasil zat kapur.

Terumbu (Reef)

Berikutnya adalah jenis yang merujuk di endapan batuan kapur ataupun bisa disebut dengan limestone. Jenis endapan ini dihasilkan oleh zat kalsium karbonat. Nah, di pantai jenis terumbu karang ini lebih dikenal dengan sebutan pungungan laut.

Karang terumbu

Berikutnya merupakan terumbu karang yang termasuk kedalam jenis karang ahermafitik dan tidak menghasilkan zat kapur.

Terumbu karang

Sebutan ini digunakan bagi ekosistem laut yang terbentuk oleh biota penghasil kapur, dan algae maupun interaksinya dengan banyak biota laut dari jenis jenis plankton serta jenis jenis nekton lainnya.

Berdasarkan Letaknya

Menurut bentuknya, terumbu karang bisa dibedakan kedalam 3 jenis, yakni terumbu karang tepi, cincin, dan penghalang.

Terumbu Karang Tepi (Fringing Reefs)

Jenis terumbu karang tepi termasuk yang terbanyak ditemukan pada lautan Indonesia. Dalam terumbu karang ini tak terbentuk laguna (lagoon) yakni daerah air laut diantara karang dengan pantai, layaknya terumbu karang penghalang. Sehingga membuat karang tepi ini rentan terkena campur tangan manusia yang tak bertanggung jawab. Misalnya saja terkena bahaya logam berat dari pembuangan limbah serta dampak sampah plastik di pesisir pantai yang berserakan.

Terumbu Karang Penghalang (Barrier)

Berikutnya adalah terumbu karang penghalang yakni jenis terumbu yang berkembang agak jauh dengan pesisir pantai serta membentuk laguna. Tempat pembentukan karang ini umumnya antara 0,5 km hingga 1 km dari bibir pantai pada kedalaman 75 meter. Didunia jenis karang penghalang terkenal ialah “Great Barrier Reefs” terletak di pesisir pantai timur Australia. Namun dinegara Indonesia juga punya karang penghalang yakni di pulau Batuan Tengah, atau Spermonde, serta di Kepulauan Banggai.

Baca Juga :  Sintesis Protein : Pengertian, Tahapan dan Prosesnya Terlengkap

Terumbu Karang Cincin (Atolls)

Yang ketiga ada terumbu karang cincin yakni susunan karang yang bentuknya cincin besar serta menyerupai suatu pulau. Jenis karang ini juga banyak ditemukan di wilayah samudera Atlantik.

Teori Darwin menyatakan jika pembentukan karang cincin ini dapat terjadi karena aktivitas vulkanik yang membuat pulau pulau tenggelam di dalam laut. Adapun tahapan pembentukan jenis karang cincin ini menurutnya sebagai berikut ini:

  • Terumbu karang tepi telah tumbuh di sekitar pulau baru. Sehingga mendukung pertumbuhannya terus kearah atas lalu meluas kearah lautan.
  • Disebabkan karena aktivitas vulkanik, maka pulau ini mulai turun di permukaan laut namun karangnya masih tetap ada di permukaan laut dengan jarak yang lebih jauh dengan pesisir pantai sampai bisa membentuk karang penghalang juga.
  • Lalu akhirnya pulau pun menghilang didalam laut hanya tinggal karangnya saja yang melingkar. Dan terbentuklah karang cincin ini.

Berdasarkan Zonasinya

Berdasarkan zonasinya, maka terumbu karang bisa dibedakan kedalam dua bagian yakni:

Windward reef

Jenis terumbu karang tersebut menghadap angin. Jenis terumbu ini awalnya merupakan lereng terumbu yang posisinya menghadap ke lautan lepas serta pada umumya didominasi dengan karang ahermafitik. Lalu zona ini telah diakhiri oleh rataan terumbu karang yang sangat dangkal.

Leeward reef

Selanjutnya merupakan terumbu karang yang posisinya membelakangi angin. Tidak sama dengan jenis terumbu karang sebelumnya, pada terumbu karang leeward reef ini punya hamparan lebih sempit tapi punya bentangan laguna lebih besar. Tapi sayangnya, kondisinya kurang ideal bagi pertumbuhan karang karena ada banya sedimentasi telah terbentuk.

Jenis – Jenis Karang Lainnya

Disamping jenis karang diatas, masih ada juga jenis karang lain seperti dibawah ini:

Baca Juga :  Transfusi Darah : Pengertian, Komponen Darah, Pengguna, Langkah, dan Efek Sampingnya Terlengkap

Karang datar (patch reefs)

Yakni jenis karang yang umumnya tumbuh di daerah laguna. Jenis karang ini digolongkan kedalam jenis karang keempat sesudah karang tepi, cincin dan karang penghalang.

Microatoll

Merupakan lempengan koloni karang tak tumbuh keatas melainkan kearah samping (lateral). Karang ini mirip sekali dengan jenis karang cincin. Karena itulah disebut dengan microatoll ataupun cincin kecil.

Cays

Merupakan timbunan material yang ada diatas terumbu karang dan membentuk pulau. Umumnya pulau ini ukurannya kecil. Misalnya cays yang ada di Maldives.

Seamount atau Guyot

Karang yang dapat terbentuk ketika karang yang ada disekitar gunung vulkanik telah ikut masuk didalam permukaan air karena aktivitas vulkanik.

Itulah ke 15 jenis-jenis terumbu karang di Indonesia yang perlu diketahui. Terumbu karang memang sangat indah untuk dinikmati. Sehingga perlu dijaga kelestariannya. Semoga bermanfaat.

Baca juga:

/* */