10 Perbedaan Pencernaan Kimiawi dan Mekanis pada Manusia

5 (100%) 1 vote[s]

Perbedaan Pencernaan Kimiawi dan Mekanis pada Manusia

10 perbedaan pencernaan kimiawi dan mekanis pada manusia – pencernaan merupakan proses memecahnya makanan untuk menjadi bagian terkecil lagi dengan tujuan mengambil nutrisi yang mampu diserap oleh tubuh. Jenis pencernaan manusia dibagi menjadi dua, yaitu pencernaan kimiawi dan mekanis. Berikut ini akan dijelaskan tentang 10 perbedaan pencernaan kimiawi dan mekanis pada manusia.

Pengertian Pencernaan Mekanis

Pencernaan mekanis adalah proses pencernaan dengan cara mematahkan partikel makanan yang mulanya besar lalu berubah menjadi lebih kecil-kecil. Proses pencernaan tersebut berjalan dengan proses mekanis atau fisik. Seperti contoh mengunyah makanan di dalam mulut, maupun gerakan meremas-remas peristaltic yang terdapat di dalam tenggorokan dan lambung. Sejumlah organ tubuh yang kadang melakukan pencernaan mekanis ialah empedu, gigi, dan lambung atau kontraksi perut.

Fungsi dari pencernaan mekanis untuk meningkatkan luas permukaan pada makanan. Hal ini gunanya untuk proses reaksi enzimatik/ proses reaksi yang membutuhkan batuan enzim. Jadi mampu meningkatkan laju dari reaksi kimia yang terdapat di dalam tubuh.

Pengertian Pencernaan Kimiawi

Pencernaan kimiawi ialah jenis proses pencernaan yang memakai bahan kimiawi yang terdapat di dalam tubuh. Fungsinya adalah melakukan transformasi atau merubah bentuk makanan yang semula besar menjadi bentuk partikel lebih kecil.

Bentuk kimiawi tubuh yaitu enzim. Reaksi yang dipakai ialah enzim yang mampu mengkatalisis reaksi caranya dengan memisahkan ikatan kimiawi dengan proses hidolisis. Ada banyak sekali enzim pencernaan dalam tubuh yang berguna untuk tubuh. misalnya adalah lipase, karbohidrat dll. semuanya terdapat di dalam tubuh dan produksinya ada di air liur, cairan prankeas, asam lambung dan getah usus.

Baca Juga :  Pengertian Mekanisme Gerak Otot pada Manusia dan Hewan Terlengkap

Perbedaan Pencernaan Kimiawi dan Mekanis

Perbedaan dari pencernaan mekanis lebih menekankan dengan adanya perubahan fisik, sementara pencernaan kimiawi lebih melibatkan pada perubahan kimiawi yang terdapat di dalam makanan.
Pencernaan mekanik dapat membantuk dalam proses memecahkan partikel dari makanan besar menjadi bagian paling kecil-kecil. Tetapi, dalam pencernaan kimiawi ini tujuannya guna memecahkan partikel besar ke molekul yang lebih kecil.

Di dalam proses pencernaan mekanik ada pada area permukaan yang tersedia pula untuk pencernaan kimiawi. Disini maksudnya, pencernaan mekanis gunanya untuk membantu meningkatkan laju dari reaksi enzimatik. Hal ini berbeda dengan pencernaan kimiawi yang berfokus pada penyerapan molekul makanan kecil saja, dimana hasilnya dapat diedarkan menuju seluruh tubuh.

Di dalam menjalankan proses pencernaan mekanis, yang dibutuhkan diantaranya otot, usus, gigi, dan tindakan dari larutan misalnya empedu. Organ ini gunanya untuk membantu pencernaan kimiawi yang di capai oleh enzim pencernaan. Jadi, proses pencernaan ini akan berjalan lebih cepat.

Daerah yang sering mengalami pencernaan mekanis yakni ada di mulut, sementara pencernaan kimiawi ini paling banyak dialami di dalam perut manusia.
Faktor khusus dalam pencernaan mekanis ialah gigi untuk mengunyah makanan, pada partikel yang keras akan menjadi partikel lebih lembut. Sementara di dalam pencernaan kimiawi, faktor utama yang sangat berperan ialah enzim. Hal ini karena enzim dalam tubuh manusia berfungsi menjadi katalisator/ bahan tubuh yang mampu membantu dalam mempercepat sebuah proses reaksi.

Secara kasat mata, keberadaan pencernaan mekanis ini lebih jelas dan lebih nyata. Karena proses pencernaan ini bisa secara langsung di lihat mata manusia. Sementara pencernaan kimiaawi ialah proses pencernaan yang abstrak. Yakni tidak dapat dibuktikan maupun di lihat reaksinya, tetapi dapat di lihat dari hasil reaksi tersebut.

Baca Juga :  Contoh Cahaya Dapat Dipantulkan dan Sifatnya Terlengkap

Contoh Pencernaan Mekanis dan Kimiawi

Contoh pencernaan mekanis ialah mengunyah paha ayam goreng dengan bentuk yang besar, warnanya cokelat keemasan sehingga menjadi bagian lebih kecil dan juga lembut di dalam mulut. Ketika kalian mengunyah, dapat memuntahkan hasil dari kunyahan tersebut menjadi bukti bahwa kalian telah menjalankan proses pencernaan mekanis. Atau dapat pula kalian merasa jijik dapat memakai kaca untuk melihat dari proses hasil pencernaan mekanis tersebut.

Contoh pencernaan kimiawi ialah perubahan nasi putih yang kadang kita makan menjadi sebuah energi yang di miliki. Misalnya pada saat kita merasakan paling loyo, letih dan juga lesu. Perut kita akan terasa lapar. Lalu otak meminta untuk segera makan, dan kalian melakukannya. Sesudah makan kita akan merasakan bertenaga dan dapat melanjutkan kegiatan. Nah, dari proses inilah maka hal tersebut terjadi sebuah proses pencernaan kimiawi. Memang secara tidak kasat mata, tetapi hasilnya ini dapat terlihat dan juga dirasakan.

Proses Pencernaan Kimiawi dan Mekanis Pada Manusia

  1. Mulut
    Proses pencernaan berawal dari mulut, disini terjadi proses pencernaan mekanis yakni pengubahan partikel besar jadi kecil. Lalu dibantu enzim ptyalin sehingga jadi lembut yang bernama proses pencernaan kimiawi.
  2. Kerongkongan
    Setelah makanan yang dikunyah lembut lalu masuk ke kerongkongan dan terjadilah penceraan mekanis yakni gerakan meremas makanan (gerakan peristaltic)
  3. Lambung
    Kemudian berlanjut ke dalam lambung yang terjadi adalah proses pencernaan kimiawi, yakni reaksi bersama dengan enzim.
  4. Usus
    Sesudah di lambung lanjut di dalam usus, proses pencernaan ini terjadi dikenal sebagai pencernaan enzimatik.
  5. Anus
    Anus merupakan tempat terakhir proses pencernaan dalam tubuh. Hal ini sering dikenal dengan tempat pembuangan sisa makanan.
Baca Juga :  9 Fungsi Hormon Melatonin pada Manusia Terlengkap

Itulah 10 perbedaan pencernaan kimiawi dan mekanis pada manusia. Proses pencernaan ini merupakan bentuk proses terpenting untuk tubuh. hal ini dikarenakan nutrisi di butuhkan menjadi sumber energi. Selain itu, ada sejumlah bagian tubuh yang membutuhkan nutrisi supaya tetap dapat bekerja. Misalnya saja seperti hati, jantung, otak, empedu dan masih banyak lagi lainnya. Semoga bermanfaat!

Baca juga: