Darah Pada Manusia : Pengertian dan Fungsinya Lengkap

Posted on
5 (100%) 1 vote

Pengertian dan Fungsi Darah pada Manusia

10 Fungsi Darah pada Manusia – Darah merupakan bagian terpenting bagi tubuh kita, sebab memiliki banyak fungsi untuk menjaga tubuh. Untuk itu, sangat dibutuhkan bagi kita mengerti berbagai fungsi darah tersebut.
Darah menurut (Wikipedia), sebuah cairan seperti air dan cairan itu fungsinya untuk mengangkut oksigen melewati sel-sel darah menuju seluruh tubuh dan termasuk kebutuhan makhluk hidup. Jadi, adanya darah ini hidup manusia akan tertolong.

Jika manusia kekurangan darah maka kemungkinan manusia itu akan lemas, sebab cairan yang mengangkut sari-sari makanan, ataupun oksigen ke seluruh tubuhnya tak terpenuhi. Kekurangan darah pun akan mudah terserang penyakit. Untuk lebih jelasnya dapat kalian simak dibawah ini 10 Fungsi Darah pada Manusia:

Fungsi Umum Darah pada Manusia

1. Mengedarkan Sari Makanan

Darah merupakan cairan yang pasti mengalir dalam tubuh manusia melalui alat alat pernapasan, lalu melalui nadi, lanjut terus mengalir dan juga menyebarkan sari – sari dari makanan yang di bawanya dari serapan sebuah oksigen maupun dari beberapa protein, vitamin, dan karbohidrat yang kita dapat melalui makanan yang dikonsumsi. Dengan begitu maka tubuh kita akan mendapatkan sari makanan yang cukup.

Baca Juga :   Selulosa : Pengertian, Jenis, Struktur, Sifat dan Manfaatnya  Terlengkap

2. Mengangkut Oksigen

Oksigen berasal dari udara yang dihirup bebas,lalu di tangkap melewati hidung, dan melalui cara kerja hidung ini akan di saring menggunakan bulu hidung sesudaht itu akan masuk menuju pembuluh darah, dari situ darah akan mengalir ke seluruh tubuh, mulai menghirup udara hingga ke jantung sesudah itu dari jantung akan menyebarkan ke seluruh tubuh.

3. Mengedarkan Hormon

Tidak sekedar mengedarkan darah menuju jantung dan membawa keseluruh tubuh. Namun darah juga masuk membawa hormone yang diperoleh dari rangsangan/ atau stimulus dari luar ataupun dalam diri manusia, kemudian darah mengangkut hormon-ccchormon dan kelenjar eksokrin untuk mengambil hormon-hormon yang tak bermanfaat lalu dibuangnya lewat saluran khusus. Hormon yang dibuang hasil dari sekresi, sementara darah akan membawa hormon-hormon melalui saluran biasa.

4. Membawa Sisa Dari Oksidasi Sel Tubuh

Hal ini dapat dilihat saat kamu melakukan proses pernafasan, proses pengangkutan oksigen lewat darah sampai ke jantung, dijantung akan diproses ke seluruh tubuh disini karbondioksida akhirnya dibuang yang bersamaan saat kita menghembuskan nafas.

5. Menyerang Kuman/ Bakteri yang Masuk

Fungsi darah sebagai pengaktif metabolisme tubuh karena adanya beberapa jenis sel-sel di dalam tubuh. Sel itulah yang menjaga pada metabolisme tubuh kita. Ada sel darah merah dan sel darah putih. Sel disini tugasnya menyerang kuman ataupun benda asing yang akan masuk ke dalam alirannya darah manusia. Bila sel darah berhasil dalam melawan benda asing itu maka kita tak akan terserang penyakit. Namun, sebaliknya jika sel dari darah tidak sanggup dalam melawan benda asing tersebut maka tubuh terserang penyakit.

6. Menyembuhkan Luka

Bagian darah yang berperan dalam menyembuhkan luka kulit adalah trombosit. Trombosit mengeluarkan zatnya dan akan bergabung dengan vitamin K guna membentuk darah supaya darah menjadi beku. Setelah darah membeku maka trombosit perlahan akan berupaya menutupi luka yang ada dikulit ari kita, itulah sebabnya kenapa kulit ari yang luka, bisa kembali seperti semula, sebab adanya peran darah, maka akan lebih tepat peran trombosit di darah setiap manusia. Jika kepingan trombosit darah berkurang, maka bisa saja luka itu akan sulit di obati, sebab tidak adanya zat-zat yang dapat menutup luka serta membekkukan darah tersebut.

Baca Juga :   +24 Daftar Jurusan Biologi di Universitas di Indonesia

7. Mengankut Karbondioksida

Karbon dioksida adalah zat yang tidak dibutuhkan bagi tubuh, sehingga darah mengembalikannya keluar melewati paru-paru dan dihembuskannya lagi melewati hidung. Hal ini sama halnya pada sisitem pengankutan oksidasi yang sudah dijelaskan diatas tadi.

8. Membuang Zat Zat Sisa Menuju Ginjal dan Kulit

Zat-zat yang diangkut darah bukanlah zat semuannya yang berfungsi untuk tubuh. Dalam proses sistem ekskresi, disini darah memisahkan mana zat yang berfungsi bagi tubuh dan mana pula zat yang tak berguna untuk tubuh. Bila zat tidak berguna untuk tubuh, maka zat itu akan mengalir ke sistem ekresi ataupun pembuangan. Termasuk juga ke dalam ginjal dan kulit.

9. Sebagai Pengatur Suhu Bagi Tubuh

Hasil dari oksidasi dalam darah akan menghasilkan suhu panas pada tubuh, jika oksidasi tersebut baik maka suhu tubuh pun akan menjadi baik

10. Memendam Bibit Penyakit

Kepingan kepingan darah yanga ada pada darah fungsinya untuk memendam bibit penyakit supaya bibit penyakit itu tak menyebar keseluruh tubuh melewati darah, namun bibit penyakit itu di matikan oleh kepingan-kepingan pada darah, tubuh akan menjadi lebih sehat dan terhindar dari bermacam penyakit.

Fungsi Darah berdasarkan Kategorinya

Transportasi

Darah fungsinya untuk dijadikan sebuah transportasi bagi apa saja yang telah masuk kedalam tubuh

Homeotasis – homeotassis

merupakan fungsi darah untuk pemelihara tubuh, jadi darah ini fungsinya sebagi pelindung tubuh manusia. Selain itu aktivitas di luar pada darah juga diperlukan untuk memperlancar sebuah proses penjagaan darah terhadap tubuhnya sendiri, diantarranya ialah olahraga, makan makanan yang sehat dan lain sebagainya.

Kekebalan darah

Ternyata fungsi darah sendiri juga tergolong dari fungsi kekebalan darah. Maksudnya disini adalah kepingan kepingan darah yang akan membantu menjaga darah supaya tetap stabil.

Baca Juga :   Penyakit Menular dan Tidak Menular : Pengertian, Jenis dan Cara Pencegahannya Lengkap

Itulah 10 fungsi darah pada manusia secara umum dan berdasarkan kategorinya. Darah sangat penting sekali bagi tubuh, karena adanya darah manusia menjadi tertolong. Semoga bermanfaat!